Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Puasa dan Korupsi

Pertanyaannya, mengapa banyak kasus korupsi di Tanah Air yang mayoritas penduduknya Muslim?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Puasa dan Korupsi
Ist/Tribunnews.com
KORUPSI DAN PUASA - Karyudi Sutajah Putra bicara soal momentum pemberantasan korupsi di bulan Ramadan. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Calon Pimpinan KPK 2019-2024

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 82 persen penduduk Indonesia beragama Islam.

Islam mewajibkan orang-orang beriman menjalankan puasa Ramadhan.

Tujuannya bertakwa (QS: Al Baqarah 183).

Setiap malam Ramadhan, masjid dan musala atau surau di semua wilayah Indonesia penuh sesak oleh umat Muslim shalat Tarawih.

Pun tadarus atau membaca kitab suci Al Quran.

Di sisi lain, Indonesia salah satu negara terkorup di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan mantan presidennya dinobatkan sebagai salah satu yang terkorup di dunia.

Jika sebelumnya orang terkaget-kaget dengan kasus korupsi puluhan triliun rupiah di Asabri dan Jiwasraya, kini orang terkaget-kaget dengan kasus korupsi di PT Timah yang merugikan keuangan negara hingga 300 triliun rupiah.

Belum reda keterkagetan terhadap kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya, muncullah kasus korupsi yang lebih besar lagi dengan kerugian nyaris seribu triliun rupiah yang tentu saja lebih mengagetkan publik.

Kasus korupsi itu terjadi di PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina.

Modusnya diduga dengan cara mengoplos Pertalite dengan Pertamax yang kemudian dijual dengan harga Pertamax.

Sontak kepercayaan publik terhadap Pertamina langsung luruh.

Mereka beralih ke bahan bakar minyak produksi perusahaan asing.

Yang rugi Indonesia juga.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas