Ulah Penumpang Indonesia Bikin Berang Orang Jepang
Ulah ribut WNI di Jepang bikin malu. Kolumnis Xavier Quentin bagikan etika tak tertulis saat naik kereta di Jepang agar tak mencoreng nama bangsa.
Editor:
Suut Amdani
Oleh Xavier Quentin Pranata, kolumnis dan penulis buku
Ulah penumpang Indonesia di kereta api di Jepang yang teriak-teriak dan bikin gaduh bukan saja viral tetapi membuat kita kena mental.
Orang Indonesia dianggap sopan santun namun kejadian ini membuat kita dipermalukan.
Ada warganet yang menyaman kita dengan orang India dan Pakistan, padahal secara pribadi saya banyak mengenal warga dua negara itu yang sopan, apalagi teman kuliah anak bungsu saya.
Saya jadi ingat saat ingin membuat konten di Shinkanzen.
Meskipun shooting dilakukan dengan cara tertib oleh dua anak saya, ucapan saya yang pelan pun masih dianggap mengganggu, sehingga kami hentikan aktivitas kami.
Apalagi ini supporter yang teriak-teriak sambil selfie.
Begitu marahnya warganet ada yang berkata agar mereka dideportasi saja agar tidak memberi rapor buruk bagi orang Indonesia.
Mereka khawatir perilaku mereka bisa jadi alasan bagi pemerintah Jepang untuk mempersulit visa masuk bagi warga kita.
Apa sih yang perlu kita pahami dan jalani saat jalan-jalan ke Jepang?
Pertama, ada unspoken rules yang mewajibkan kita untuk tertib di jalan raya.
Unwritten law itu menggaris bawahi pentingnya menjaga ketertiban di atas kereta. Apa saja?
Baca juga: Jelang Pemilu Parlemen Jepang 20 Juli, Isu Diskriminasi Asing Dimainkan Para Kandidat
Pertama, jangan bicara terlalu keras.
Orang Jepang sendiri cenderung tidak bicara sama sekali selama berada di kendaraan.
Saat naik bus dari bandara ke hotel, saya duduk di belakang sopir.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan