Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

RUU Perampasan Aset, Ujian Serius Komitmen DPR Melawan KKN

RUU Perampasan Aset masuk Prolegnas Prioritas 2025, ujian serius DPR dalam komitmen berantas korupsi dan menjamin keadilan hukum.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in RUU Perampasan Aset, Ujian Serius Komitmen DPR Melawan KKN
Tribunnews/Fersianus Waku
GEDUNG DPR RI - Rapat Paripurna DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset ke Prolegnas Prioritas 2025, simbol komitmen pemberantasan korupsi. 

Henry Indraguna 

Pengacara

Guru Besar di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar

Lulusan doktoral ilmu hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Borobudur

TRIBUNNEWS.COM - RUU Perampasan Aset resmi masuk Prolegnas Prioritas 2025, menandai titik krusial dalam uji integritas DPR menghadapi warisan panjang korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

Di tengah sorotan publik dan skeptisisme pengamat, pembahasan regulasi ini bukan sekadar teknis hukum melainkan pertarungan moral dan politik: apakah wakil rakyat benar-benar siap memiskinkan koruptor, termasuk di antara mereka sendiri?

Rekomendasi Untuk Anda

DPR akan mengambil alih inisiatif pengajuan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi inisiatif DPR, bukan lagi inisiatif dari pemerintah.

Saya mendukung pengambilan inisiatif Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset oleh lembaga Legislatif ini. RUU Perampasan Aset sebagai senjata ampuh untuk memerangi korupsi, pencucian uang, dan kejahatan luar biasa lainnya. 

Dengan pengambilan inisiatif ini, semoga akan mempercepat proses pengesahan rancangan Undang-Undang Perampasan Aset oleh para anggota DPR.

Saya optimistis RUU Perampasan Aset tidak akan terkatung-katung lagi. Pasalnya desakan masyarakat, melalui perjuangan mahasiswa dan elemen bangsa lainnya, yang dituangkan dalam petisi 17+8 yang di dalamnya terdapat poin tuntutan UU Perampasan Aset atas maraknya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dari pejabat negara baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tentunya tidak akan diabaikan oleh para wakil rakyat.

Dalam RUU Perampasan Aset ada 3 hal krusial yang harus diperhatikan. 

Pertama, Larangan Kriminalisasi Politisasi. Perampasan Aset akan menjadi instrumen hukum yang konstitusional, adil, dan efektif, serta tidak dapat lagi dijadikan alat politik untuk menjatuhkan lawan.

Perampasan aset harus menjadi jalan menuju keadilan dan pemberantasan korupsi, bukan alat kriminalisasi untuk memiskinkan lawan politik.

Hukum harus ditegakkan dengan menjunjung tinggi keadilan substantif, serta melindungi keluarga dan pihak yang tidak bersalah. 

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas