Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Mr Q: No Guts No Glory

Dalam pidatonya di Bina Graha, Qodari mengingatkan kembali ihwal hakikat tugas dan fungsi Kepala Staf Presiden.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Mr Q: No Guts No Glory
dok.
DI BINA GRAHA - Muhammad Qodari, Kepala Staf Presiden yang baru saja dilantik Presiden Prabowo. 

“Kita tidak boleh kendor menarasikan program-program unggulan dan program program prioritas Presiden,” tambahnya.

Narasi itu harus terus dibangun baik dalam tulisan maupun tindakan.

“Tugas kita tidak hanya mengevaluasi, tapi kita dukung teman-teman di Badan Komunikasi Pemerintah, Komdigi, Kementerian/Lembaga untuk lantang mengomunikasikan visi misi dan program pak Prabowo,” tegasnya.

Nama Muhammad Qodari dikenal luas sebagai peneliti, pengamat politik, pemimpin lembaga survey, narasumber di berbagai seminar dan televisi, dan kolumnis yang produktif. Ia terbilang sosok perantau yang sukses.

Qodari mengilas-balik perjuangannya “menyapa kejamnya ibu kota”. Termasuk saat meninggalkan kota Lampung (Qodari lulusan SMA 2 Tanjung Karang, Lampung 1992) dengan tujuan Cililitan, Jakarta Timur.

Baca juga: Momen Qodari Sebut Seskab Sebagai Jenderal Teddy saat Sertijab Kepala Staf Kepresidenan

Untuk diketahui, terminal ini berada di utara Kota Bandar Lampung tepatnya di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Rajabasa yang berseberangan dengan pertigaan ke arah Universitas Lampung.

Terminal ini menghubungkan Bandar Lampung dengan kota-kota di Sumatra, Jawa, Bali dan Lombok.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya datang sendiri. Naik angkutan sendiri. Bawa koper sendiri…. Turun di terminal Cililitan. Waktu itu masih terminal, belum jadi mall seperti sekarang. Dari Cililitan naik mikrolet ke Pasar Minggu. Dari Pasar Minggu naik bus mini Kopaja ke Depok untuk meneruskan kuliah ke Universitas Indonesia,” kenangnya.

Di kalangan para sahabatnya, Qodari dikenal supel dan “ramai”. Bercanda adalah caranya menekan stress dan mencairkan suasana, di mana pun berada. 

Ketika ada orang atau pihak yang diam-diam atau terang-terangan menyatakan tidak suka padanya, Qodari tidak akan pernah membalasnya dengan perasaan yang sama. Dengan santai ia mengatakan, “Biarin aja…. Yang senang saya pasti lebih banyak jumlahnya…..”

Pada satu bentang waktu, ketika masih aktif menjadi pembicara di berbagai forum seminar dan diskusi, Qodari sempat dijuluki “manusia bandara”.

Betapa tidak, ia sangat sering terlihat di bandara untuk terbang ke berbagai kota menyambangi pihak yang mengundangnya.

Di jabatannya yang sekarang, Qodari sedang bertransformasi dari posisi pengamat menjadi pelaksana.

Sebagai pejabat publik, tentu sorot kamera kepadanya semakin close up. Saatnya Qodari
mulai jeli memainkan bidikan media yang diarahkan kepadanya. Dan tentunya Mr Q punya talenta berselancar di rimba media.

Acara sertijab diakhiri dengan penyerahan buku memori tugas dari AM Putranto kepada Qodari.

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas