Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Kebenaran di Simpang Jalan: Keberanian sebagai Etika Baru Berbangsa

Riuh demokrasi bukan sekadar protes, tapi keberanian menghidupi kebenaran demi keadilan dan etika berbangsa yang sejati.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kebenaran di Simpang Jalan: Keberanian sebagai Etika Baru Berbangsa
ISTIMEWA
YOHANIS ELIA SUGIANTO - Ketika jalanan menjadi mimbar, dan suara rakyat menggema sebagai etika keberanian dalam menghidupi kebenaran 

Menanggung Konsekuensi. Berani hidup dalam kebenaran berarti siap menanggung risikonya. Sejarah bangsa ini dibangun di atas pengorbanan para pahlawan yang berani menyuarakan kebenaran di hadapan moncong senapan kolonialisme. Hari ini, tantangannya mungkin berbeda—bukan lagi senapan fisik, melainkan perundungan digital, kriminalisasi, atau pengucilan sosial—namun esensi keberaniannya tetap sama.

Panggilan untuk Penguasa

Gelombang protes yang terjadi bukanlah sinyal ancaman terhadap negara, melainkan sebuah sinyal kehidupan. Ia menunjukkan bahwa nurani publik belum sepenuhnya padam. Ia adalah demam yang menandakan tubuh bangsa sedang melawan penyakit.

Bagi para pemegang kekuasaan, respons paling bijak bukanlah dengan memadamkan suara-suara ini, melainkan dengan mendengarkannya secara saksama. Anggaplah mereka sebagai para "mantan tahanan gua" yang membawa kabar penting dari luar, sekalipun kabar itu tidak mengenakkan. Mengabaikan atau merepresi suara-suara ini hanya akan membuat "gua" demokrasi kita semakin gelap, pengap, dan pada akhirnya, rapuh.

Pada akhirnya, kualitas sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa patuh warganya, tetapi dari seberapa berani mereka memperjuangkan kebenaran yang mereka yakini demi kebaikan bersama. Riuh di jalanan hari ini bukanlah akhir dari cerita, melainkan sebuah babak krusial di mana kita semua—baik rakyat biasa maupun elite penguasa—sedang diuji: sejauh mana kita berani menghidupi kebenaran setelah kita menemukannya?

Jawaban kita atas pertanyaan itu akan menentukan arah persimpangan jalan sejarah bangsa ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas