Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Bangsa Besar Dimulai dari Pondasi Bernama Keluarga

Bangsa besar bermula dari keluarga sehat dan terencana. Dukung BKKBN cegah stunting, pernikahan dini, dan jaga gizi anak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Bangsa Besar Dimulai dari Pondasi Bernama Keluarga
ISTIMEWA
IBAS - Keluarga sehat dan berkualitas adalah fondasi bangsa besar. Bersama dukung program BKKBN cegah stunting dan pernikahan dini. 

Universitas Curtin, Perth 

Universitas Teknologi Nanyang 

Institut Pertanian Bogor 

Pekerjaan 

Politikus 

TRIBUNNEWS.COM - Bangsa yang besar harus dimulai dari keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas.  

Untuk itu, masyarakat harus mendukung program BKKBN dalam mencegah stunting, menekan pernikahan dini, serta memastikan generasi muda tumbuh dengan gizi baik dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pentingnya keluarga sebagai pondasi utama bangsa dan pengelolaan bonus demografi Indonesia secara bijak. 

Bonus demografi yang hari ini dimiliki bangsa Indonesia harus benar-benar kita kelola dengan baik dan tenang.  

Karena kalau tidak kita kelola hari ini dan ke depan, bangsa kita pun akan memiliki tantangan, mulai dari tantangan kemiskinan, tantangan kebodohan, tantangan kesejahteraan, dan lebih dari itu tentunya membuat kondisi bangsa kita menjadi tidak lebih baik. 

Saya yakin bangsa yang besar dimulai dari keluarga yang baik. Kalau rumah tangga kita kuat, anak-anak kita sehat, maka perencanaan hidup kita akan semakin terarah. 

Keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.  

Keluarga adalah fondasi bangsa. Keluarga adalah sekolah pertama kita, yang membesarkan kita, memberi kasih sayang, asupan gizi, hingga menjadikan kita manusia yang berakhlak, berilmu, dan beradab 

Saya juga menyoroti pentingnya upaya bersama dalam mengurangi angka stunting dan mengatasi persoalan gizi.  

Hari ini kita tidak hanya membicarakan jumlah anak atau jumlah penduduk, tetapi bagaimana kita bisa mengantisipasi dan memastikan angka stunting menurun, serta mencegah kelaparan yang berlebihan. 

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas