Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Ikan, Logam Berat, dan Ancaman Sunyi yang Mengintai Kesehatan Manusia

Ikan tak selalu sehat. Pencemaran logam berat di perairan Indonesia jadi ancaman senyap bagi manusia dan ekosistem laut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Ikan, Logam Berat, dan Ancaman Sunyi yang Mengintai Kesehatan Manusia
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI LAUT DAN IKAN - Seekor ikan berenang di perairan yang tampak jernih, namun diam-diam menyimpan bahaya logam berat. Di balik kejernihan air, tersembunyi ancaman toksik yang bisa mengancam kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem laut Indonesia. 

Dian Fita Lestari

  • Dosen Biologi, FMIPA, Universitas Bengkulu
  • Mahasiswa S3 Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada

Profil Akademik

Nama lengkap: Dian Fita Lestari, S.Pd., M.Sc.

Institusi: Universitas Bengkulu

Bidang keahlian: Animal Histology, Animal Physiology, Animal Structure and Development

Peran: Dosen di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Aktif menulis dan meneliti berbagai topik biologi, di antaranya:

  • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus pada siswa SMA
  • Studi gastropoda di zona intertidal Pantai Indrayanti
  • Manajemen stres pada ikan untuk akuakultur berkelanjutan
  • Edukasi bahaya merkuri bagi kesehatan wanita di kawasan tambang
  • Memiliki profil aktif di Google Scholar dengan kutipan dari berbagai jurnal ilmiah.
  • Terdaftar di SINTA (Science and Technology Index) dengan skor kontribusi akademik nasional.
Rekomendasi Untuk Anda

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan wilayah perairan yang lebih luas daripada daratan, hampir mencapai 71 persen (±3,25 juta km⊃2;) dari total wilayah. 

Perairan di Indonesia terdiri dari perairan tawar dan laut yang memiliki keragaman hayati sangat tinggi, yang diperkirakan sekitar 37% spesies ikan di dunia, 70% terumbu karang dunia, dan 39% spesies ikan karang dunia dapat ditemukan di perairan Indonesia. 

Sehingga, Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Potensi perairan ini juga disertai dengan kekayaan hasilnya yang melimpah seperti berbagai jenis ikan, kerang, udang, cumi-cumi dan lain sebagainya, yang banyak dimanfaatkan menjadi sumber makanan dengan kandungan protein tinggi. 

Di beberapa daerah, ikan bukan sekadar makanan, namun juga sebuah simbol kedekatan dengan alam dan kedaulatan pangan lokal serta identitas budaya. Namun dalam era industrialisasi dan eksploitasi sumber daya alam, seperti pertambangan, industri yang marak berdiri akhirnya membuat ikan perlahan kehilangan maknanya sebagai sumber kehidupan yang penting untuk dijaga.

Ikan sebagai Sumber Makanan Bergizi

Ikan dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya yang tinggi, lemaknya rendah, tinggi omega 3, serta banyak digunakan sebagai makanan ideal untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan daya tahan tubuh. Namun, di balik citra sehat itu, ada ancaman yang jarang disadari yaitu pencemaran logam berat yang menjadikan ikan sebagai “pembawa racun senyap” bagi manusia.

Kita selama ini tahu bahwa makan ikan itu sehat. Namun, pertanyaan pentingnya adalah apakah ikan yang sehat atau ikan dari lingkungan yang sehat? Dua kalimat yang terdengar mirip, namun sebenarnya memiliki konsekuensi yang sangat berbeda. Jika direnungkan bersama, kita tidak hanya makan ikannya saja, namun juga mengonsumsi kondisi lingkungan tempat ikan itu hidup, karena ikan dipengaruhi oleh lingkungan habitatnya. 

Sehingga perlu lingkungan perairan yang sehat untuk mendukung kehidupan ikan, karena akan berpengaruh pada kesehatan manusia itu sendiri. Ikan juga membutuhkan ekosistem perairan yang bersih dan minim pencemaran serta memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas