Doktrin Monroe, Penggulingan Maduro, dan Minyak Venezuela
Trump juga mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan serangan darat terhadap Venezuela.
Penulis:
Setya Krisna Sumarga
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald J Trump mengonfirmasi telah mengizinkan Badan Intelijen Pusat atau CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela.
Media The New York Times pertama kali mengungkapkan arahan tersebut, mengutip para pejabat Amerika, yang mengemukakan tujuan operasi itu fokus untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Trump juga mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan serangan darat terhadap Venezuela.
Maduro muncul di televisi nasional Venezuela pada Rabu malam, mendesak agar semua pihak menahan diri dan berhati-hati terhadap eskalasi lebih lanjut.
“Tidak untuk pergantian rezim yang mengingatkan kita pada perang yang gagal di Afghanistan, Irak, Libya. Tidak untuk kudeta yang dilakukan oleh CIA… Amerika Latin tidak menginginkannya, tidak membutuhkannya, dan menolaknya,” kata Maduro.
Jadi, apa yang mungkin direncanakan Trump? Apakah langkahnya legal? Bagaimana Venezuela merespons, dan apa yang diceritakan sejarah tentang seperti apa operasi rahasia CIA di Amerika Latin nantinya?
Penempatan secara signifikan pasukan Amerika di Karibia kini jelas bukan lagi tentang kokain atau kartel narkoba, melainkan tentang kontrol, menghidupkan kembali buku pedoman kekaisaran tertua Amerika.
Baca juga: Trump Gempur Kapal di Lepas Pantai Venezuela, 27 Tewas, Caracas Kecam Tindakan Terorisme Negara
Baca juga: Maduro Tuduh AS Gunakan Perang Narkoba sebagai Dalih Rampas Sumber Daya Venezuela
Trump mengemukakan dua alasan mengapa ia mengizinkan operasi rahasia CIA di Venezuela?
“Pertama, mereka atau Venezuela telah mengosongkan penjara mereka, dan mengirimkan para penjahat ke Amerika Serikat,” kata Trump.
“Hal lainnya adalah narkoba. Kami memiliki banyak narkoba yang masuk dari Venezuela lewat laut. Kami juga akan menghentikan mereka melalui darat,” tambahnya.
Jawaban ini mengindikasikan, operasi militer Amerika dan mungkin kolaboratornya di Amerika Selatan akan meningkat jadi pertempuran darat.
Ketika ditanya apakah CIA memiliki wewenang untuk melenyapkan Maduro, Trump menolak menjawab pertanyaan itu.
Perkembangan ini menandai eskalasi tajam konfik bersenjata sejak invasi Panama tahun 1989.
Secara resmi, operasi ini menargetkan para pengedar narkoba.
Kenyataannya, operasi ini menjadi sesuatu yang jauh lebih besar: sebuah uji coba dominasi Amerika di wilayah pengaruh lamanya, Amerika Selatan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.