Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Jamur: Penjaga Sunyi Hutan Indonesia yang Terlupakan

Indonesia, menopang ekosistem lewat miselium dan peran vital yang sering terlupakan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Jamur: Penjaga Sunyi Hutan Indonesia yang Terlupakan
Freepik
ILUSTRASI JAMUR. Gambar merupakan ilustrasi yang diambil dari Freepik, Kamis (19/6/2025). Di balik sunyi lantai hutan, jamur bekerja tanpa sorotan. Mereka bukan sekadar pengurai, tapi jantung kehidupan yang menyambung ekosistem. 

Jamur adalah bukti nyata bahwa sesuatu yang nyaris tak terlihat dapat memegang peran besar bagi keberlangsungan hidup.

Namun kepedulian tidak akan tumbuh tanpa pengetahuan. Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran publik.

Jamur perlu lebih sering diperkenalkan melalui pendidikan di sekolah, pemberitaan di media, maupun kampanye lingkungan. 

Berbagai cara kreatif seperti dokumenter, festival jamur, atau pameran sains dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat pada dunia fungi.

Melindungi jamur bukan sekadar menambah daftar spesies langka dalam dokumen pemerintah. Ini tentang memperluas cara pandang kita terhadap kehidupan.

Konservasi sejatinya tidak hanya menyelamatkan satwa besar, tetapi juga menjaga ekosistem kecil yang menopang mereka.

Menyelamatkan jamur berarti menjaga kesuburan tanah, kualitas air, dan kemampuan hutan untuk pulih dari gangguan. Sudah saatnya pemerintah berhenti melihat jamur sebagai penghias piring dan organisme kecil di hutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Jamur adalah penopang kestabilan ekosistem dan kelestarian hutan. Mengabaikan mereka berarti mengabaikan dasar kehidupan itu sendiri.

Pembuat kebijakan, ilmuwan dan masyarakat perlu menempatkan jamur sejajar dengan tumbuhan dan hewan dalam agenda konservasi nasional.

Setiap kali hutan ditebang tanpa pertimbangan ekologis mungkin menghapus peluang ditemukannya spesies jamur yang berpotensi menjadi obat atau solusi lingkungan di masa depan.

Jika kita sungguh ingin mewariskan bumi yang lestari kepada generasi mendatang, maka sudah saatnya kita menunduk, melihat ke tanah, dan memberi tempat bagi para penjaga sunyi itu dalam kebijakan, riset, dan hati kita.

Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas