Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Ontran-ontran PBNU: Adu Kuat Gus Yahya Vs Gus Ipul? 

Ketika Gus Yahya dan Gus Ipul adu kuat, lantas siapa yang akan keluar sebagai pemenang? 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ontran-ontran PBNU: Adu Kuat Gus Yahya Vs Gus Ipul? 
HO/IST
PENGURUS PBNU - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin PBNU periode 2022-2027. /Via Kompas.TV 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) dan Tenaga Ahli DPR 2004-2014

TRIBUNNEWS.COM - Jika boleh disederhanakan, konflik internal atau ontran-ontran (kekacauan) yang kini terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah manifestasi dari adu kuat antara Gus Yahya versus Gus Ipul

Gus Yahya, Ketua Umum PBNU bernama lengkap Yahya Cholil Staquf per Rabu (26/11/2025), diberhentikan dari jabatan Ketua Umum PBNU oleh Syuriyah PBNU.

Tak lama berselang, beredar spanduk di dunia maya bertuliskan Gus Ipul,

Sekretaris Jenderal PBNU bernama lengkap Saifullah Yusuf, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PBNU

Meski isi spanduk itu sudah dibantah Gus Ipul dengan menyatakan "hoax", namun tak pelak hal itu menyisakan dua kemungkinan besar.

Pertama, sebagai harapan agar Gus Ipul benar-benar menggantikan Gus Yahya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, sebagai sindiran bahwa Gus Ipul berambisi menggantikan Gus Yahya

Dugaan sementara

Kabarnya sudah cukup lama terjadi 'perselisihan internal' di PBNU antara Gus Yahya dan Gus Ipul

Tokoh NU Mahfud MD mensinyalir konflik yang kini terjadi di internal PBNU dipicu oleh pengelolaan tambang yang diberikan pemerintah kepada NU. 

Itulah konsekuensi logis dari NU diberikan jatah tambang batubara di Kalimantan Timur, karena memang bukan ahlinya.

Ibarat kawanan semut menemukan tumpukan gula. Yang terjadi kemudian adalah perebutan.

Akhirnya, tambang bukannya menjadi berkah, melainkan justru menjadi semacam kutukan bagi NU. 

Itu pulalah konsekuensi logis dari PBNU yang banyak disusupi politikus.

Gus Yahya adalah juru bicara Abdurrahman Wahid semasa mantan Ketua Umum PBNU itu menjabat Presiden ke-4 RI. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas