Bencana dari Atas Gunung: Pesan Tuhan dari Tanah Minang
Bencana dari Atas Gunung: Pesan Tuhan dari Tanah Minang: Refleksi Religi dalam Misi Kemanusiaan PB PDGI, Oleh drg Eka Erwansyah
Editor:
Tiara Shelavie
Bukan berarti manusia tidak boleh berusaha melindungi diri.
Ikhtiar tetap wajib. Perencanaan tetap penting. Mitigasi tetap harus dilakukan.
Namun bencana ini mengajarkan satu hal yang sering terlupakan:
Keselamatan sejati tidak pernah terletak pada lokasi, tetapi pada perlindungan Tuhan.
Kita boleh memilih dataran tinggi,
kita boleh hidup jauh dari laut,
kita boleh membangun dinding yang kuat,
kita boleh merencanakan segala kemungkinan.
Tetapi kehendak Tuhan melampaui semua rencana manusia.
Dan ketika air itu turun dari gunung, menghantam rumah-rumah yang telah dibangun dengan harapan keselamatan, manusia pun sadar:
bahwa tempat yang kita anggap aman pun bisa menjadi ujian.
Menutup Renungan, Membuka Aksi
Setibanya di lokasi terdampak, hati saya tercabik-cabik melihat kerusakan yang ditinggalkan banjir bandang. Namun di tengah duka itu, saya melihat juga cahaya: para relawan yang bekerja tanpa lelah, warga saling membantu, dan tim PDGI yang menyatu dalam satu tujuan—menolong sesama.
Semoga misi kemanusiaan ini bukan hanya menjadi wujud kerja,
tetapi juga wujud syukur dan penghambaan.
Semoga setiap langkah yang kita ambil menjadi saksi bahwa manusia tidak hanya menerima takdir, tetapi juga berusaha menjadi jalan kebaikan.
Dan semoga kita selalu diingatkan bahwa:
Di mana pun kita berada, jika Tuhan berkehendak, tidak ada tempat yang sepenuhnya aman.
Namun jika Tuhan melindungi, tidak ada tempat yang membahayakan.
(*)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan