Kepercayaan, Modal Terbesar Bangsa, Jembatan Penting Pemerintah Pusat dan Daerah
Negara besar tidak dibangun hanya dari istana kepresidenan melainkan dari ribuan keputusan kecil di kabupaten, kota, dan desa.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Hal yang sama berlaku dalam relasi antar-kelompok politik. Demokrasi bukan soal menang-kalah tanpa akhir, melainkan soal kemampuan menjaga agenda bersama setelah kontestasi selesai.
Negara yang besar tidak menuntut keseragaman pikiran, tetapi membutuhkan kesepakatan minimum tentang arah: bahwa stabilitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan rakyat adalah tujuan bersama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.
Di sinilah pesan terpenting yang patut dijaga dalam perjalanan pemerintahan ini. Indonesia tidak sedang berada di jalan yang mudah, tetapi berada di jalan yang masuk akal secara sejarah.
Jalan ini membutuhkan kebijakan yang konsisten, kepemimpinan yang tegas, dan yang tak kalah penting, kepercayaan publik yang terus dirawat dengan kejujuran, keterbukaan, dan keberanian mengoreksi diri.
Tulisan ini bukan ajakan untuk menutup mata dari kritik. Justru sebaliknya, kritik yang lahir dari kepedulian adalah bagian dari kepercayaan itu sendiri.
Yang perlu dihindari adalah sinisme kolektif—perasaan bahwa apa pun yang dilakukan negara selalu sia-sia dan tak layak dipercaya. Bangsa yang terjebak dalam sinisme akan sulit melangkah jauh, seberapa besar pun potensinya.
Pada akhirnya, arah besar Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seorang presiden, satu kabinet, atau satu periode pemerintahan. Ia ditentukan oleh kemampuan kita menjaga kepercayaan sebagai energi kebangsaan.
Selama pemerintah menjaga arah dengan konsisten dan adil, dan selama rakyat memberi ruang kepercayaan yang rasional dan kritis, Indonesia memiliki peluang nyata untuk tumbuh menjadi negara besar: stabil secara politik, mandiri secara ekonomi, dan mampu menyejahterakan rakyatnya dengan martabat.
Di tengah dunia yang makin bising dan tak pasti, saling percaya adalah jangkar. Tanpanya, kapal besar bernama Indonesia akan mudah oleng.
Dengannya, perjalanan berat sekalipun masih bisa ditempuh dengan keyakinan bahwa kita sedang menuju tujuan yang benar.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan