‘Sayap Garuda’, Kritik Sosial atas Kasus Bullying di Sekolah
Film Sayap Garuda angkat isu bullying di sekolah, kampanye stop kekerasan demi pendidikan aman dan humanis.
Editor:
Glery Lazuardi
Setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari rasa takut. Tak berhenti pada produksi film, juga menginisiasi program Duta Anti-Bullying dengan melibatkan siswa-siswi berprestasi yang ikut ambil bagian dalam film ini.
Saya berharap kehadiran mereka mampu menyampaikan pesan penolakan terhadap perundungan secara lebih dekat dan relevan bagi kalangan pelajar.
Kami ingin mereka menjadi contoh nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka adalah generasi yang berani berkata tidak pada bullying dan membuktikan bahwa prestasi jauh lebih membanggakan daripada kekerasan.
Saya membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah agar “Sayap Garuda” dapat dimanfaatkan sebagai materi edukatif terkait pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan di sekolah-sekolah.
Ini adalah bentuk kontribusi kami di industri kreatif untuk membantu menyelamatkan masa depan pelajar Indonesia.
Lewat film ini, kami mengampanyekan STOP BULLYING agar sekolah kembali menjadi tempat yang nyaman dan membahagiakan.
Melalui “Sayap Garuda”, saya berharap dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama membangun dunia pendidikan yang lebih humanis, aman, dan bebas dari kekerasan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.