Greenland dan Potensi Pecah Perang Amerop
AS di bawah Trump brutal caplok Greenland, picu murka Eropa dan ancam pecah Perang Amerop.
Editor:
Glery Lazuardi
Boy Anugerah, S.I.P., M.Si., M.P.P.,
Analis Kerja Sama Luar Negeri Lemhannas RI 2015-2017
Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR RI 2024-2029
Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump telah menjelma sebagai predator global yang tak sungkan melanggar kedaulatan nasional negara lain.
Setelah mencaplok Venezuela dan mengobar konflik di Iran, AS berupaya untuk mengambil paksa Greenland yang menjadi bagian dari Denmark.
Sikap AS yang brutal tak hanya memancing resistensi dan kemarahan dari Denmark yang notabene merupakan sekutu AS di NATO, tapi juga mayoritas negara-negara Eropa.
Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Belanda, Jerman, Swedia, dan Norwegia bahkan telah memobilisasi militernya ke Greenland untuk melakukan pengamanan.
Dunia terancam terjerumus ke dalam Perang Amerika versus Eropa (Perang Amerop) yang berpotensi menimbulkan guncangan hebat pada tatanan politik dan ekonomi global.
Kemarahan Eropa pada AS berpotensi besar untuk membuncah jika Greenland diduduki secara paksa, termasuk jika AS memilih opsi militer.
Sebelumnya, Eropa dibuat murka oleh sikap AS di bawah Donald Trump yang mengajukan proposal perdamaian antara Rusia dan Ukraina tanpa melibatkan negara-negara Eropa di dalamnya.
Sebagai sesama negara kawasan, negara-negara Eropa merupakan subjek paling terdampak dari perang Rusia dan Ukraina yang telah berlangsungselama tiga tahun.
Negara-negara Eropa terpaksa menguras cadangan energinya untuk memenuhi kebutuhan energi domestik yang selama ini tergantung pada pasokan dari Rusia.
Sikap Trump yang memediasi secara sepihak di antara kedua negara yang bertikai dianggap oleh negara-negara Eropa sebagai bentuk pengabaian terhadap eksistensi mereka selaku komponen kawasan dan sekutu militer AS di benua biru.
Brutal dan irasional
Sikap AS yang selama ini berlaku unilateralistik, koersif, serta cenderung melanggar hukum internasional telah menjadi pengetahuan bersama bagi masyarakat global.
Apa yang terjadi pada Venezuela maupun Iran secara tidak langsung di awal 2026 ini tidak terlalu mengejutkan mengingat AS pernah melakukan hal serupa terhadap Afghanistan pada 2001 dan Irak pada 2003.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.