Paradoks 'Antek Asing' dan Real Diplomasi Luar Negeri
Narasi 'antek asing' jadi retorika politik panas. Pemerintah dorong pragmatisme nasionalisme demi menjaga kedaulatan di tengah geopolitik
Editor:
Glery Lazuardi
Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto tidak akan menjual kedaulatan kepada Washington atau Beijing. Tetapi memastikan dengan tegas, kalau Indonesia memiliki kursi di meja perundingan, memiliki setara dengan mereka.
Tudingan balik soal antek asing memang menarik sebagai konten media sosial, namun ungkapan gagal menangkap esensi dari perjuangan kedaulatan yang sedang berlangsung di balik pintu-pintu diplomasi sunyi.
Percayakah, sejarah tidak akan mencatat jargon yang diteriakkan, tetapi seberapa kokoh sikap sebagai bangsa menjaga kepentingan nasional di tengah badai geopolitik yang terus bergemuruh.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan