Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Negara Dalam Fragmen: Ketika Prioritas Publik Tak Bertemu

Potret kontras OTT pejabat pajak-bea cukai dan tragedi anak SD di NTT menegaskan korupsi elite dan kemiskinan rakyat saling terkait

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Negara Dalam Fragmen: Ketika Prioritas Publik Tak Bertemu
Dok Pribadi
PRASETYO NURHARDJANTO - Ketika pejabat ditangkap dengan emas dan uang, sementara anak miskin kehilangan harapan hidup. Negara seharusnya hadir untuk keduanya. 

Masalah utama hari ini bukan hanya soal program pemerintah, melainkan arah kebijakan yang perlu ditata ulang secara terbuka. Pemerintah perlu berani mengevaluasi janji politiknya dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial yang nyata, bukan memaksakan agenda yang kehilangan relevansi di lapangan.

Pendekatan Open Government yang dikembangkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sejak 2016 menekankan bahwa kebijakan publik harus dibangun di atas keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi.

Kebijakan tidak boleh digerakkan oleh kepentingan politik jangka pendek, tetapi oleh kebutuhan riil masyarakat. Kritik kepada pemerintah dari masyarakat tidak perlu dibalas dengan stempel kelompok yang kritis itu didukung oleh asing.  

Tanpa keterbukaan, negara berisiko terus mengulang dua kegagalan besar: korupsi di level elite dan tragedi kemanusiaan di tingkat rakyat kecil. Pejabat yang tertangkap korupsi dan kematian anak dari keluarga miskin adalah peringatan keras tentang lemahnya orientasi pelayanan publik.

Kita semua mendukung pemerintah yang mampu melihat skala prioritas dan tidak menjadikan politik 2029 sebagai kompas utama. Menata ulang arah kebijakan bukan tanda kelemahan, melainkan syarat agar korupsi dan penderitaan rakyat tidak terus berulang.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas