Makan Bergizi Gratis dan Harapan Masyarakat Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis ini pun berdampak sistemik terhadap kehidupan warga bukan hanya pada bagian peningkatan mutu dan kualitas SDM
Editor:
Eko Sutriyanto

SALAH satu Tujuan dari didirikannya dan dibentuknya Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” sesuai yang tertera pada Alinea ke IV Pembukaan UUD NKRI.
Amanah Konstitusi tersebut menegaskan dan melegitimasi bahwa mencerdaskan Kehidupan Bangsa adalah tanggung jawab rasional dan moral bagi Pemerintah Indonesia.
Pendidikan adalah Hak Dasar yang wajib dipenuhi oleh Negara sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Bangsa.
Pendidikan menjadi instrumen penting dalam menggapai tujuan Negara dan sebagai pijakan bagi Pemerintah untuk menegasikan bahwa tidak ada Negara yang maju tanpa diiringi dengan kemampuan kecerdasakan warga Negaranya.
Tentu hal yang substansial adalah mekanisme pelaksanaan ataukah bentuk implementasi dari amanah konstitusi tersebut.
Hal inilah yang menjadi fokus utama bagi Pemerintah baik itu Eksekutif maupun Legislatif untuk berkolaborasi mewujudnya cita dari para Founding Father bangsa Indonesia yang termaktub dalam Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, dalam histografi perjalanan bangsa Indonesia seringkali terjebak pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa hanya sebatas pada sistem pendidikan dan juga kemampuan tenaga pendidik.
Benar bahwa itu hal yang penting namun ada hal yang lebih urgen dari hal tersebut yakni kesiapan peserta didik dalam menerima sistem dan urgensi pendidikan di Indonesia.
Hal inilah yang menjadi salah satu sumber masalah dalam progresivitas dalam mewujudkan Cita Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.
Baca juga: Ini Menu MBG yang Diperbolehkan dan Tidak Boleh Disajikan Selama Bulan Ramadan
Prabowo dan Asta Cita
Indonesia sedang memasuki babak baru dalam perjalanan sejarah kebangsaannya.
Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden periode 2024–2029 membawa sebuah visi pembangunan yang terangkum dalam delapan Asta Cita.
Asta Cita tentunya bukan hanya sekedar kiasan kata dan juga janji Politik Prabowo. Ini merupakan landscap dari upaya Prabowo membawa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang berkeadilan, makmur dan memiliki daya saing secara global.
Terminologi dari Asta Cita ini tentunya berkaitan dengan visi Indonesia kedepannya khususnya pada tahun 2045 yang menginginkan Indonesia menjadi salah satu Negara maju dan memiliki power dalam menentukan arah kebijakan global.
Dalam mengimplementasikan Asta Cita, Pemerintah Indonsia dibawah Komando Prabowo melakukan sebuah kebijakan tak lazim layaknya rezim pemerintahan sebelum-sebelumnya.
Kebijakan Pemerintah khususnya dalam hal cita Mencerdaskan Kehidupan Bangsa tidak lagi terfokus dan ber’orientasi pada pembangunan infarstruktur dan juga peningkatan kualitas tenaga pendidik, namun langsung menyentuh pembangunan suprastruktur peserta didik melalui peningkatan kulitas gizi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.