Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Mengurai Kompleksitas Sampah Nasional dengan Dukungan Teknologi AI

Teknologi AI Srikandi jadi titik temu kolaborasi lintas sektor, wujudkan pengelolaan sampah transparan dan terukur.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Mengurai Kompleksitas Sampah Nasional dengan Dukungan Teknologi AI
HO/IST
PENGELOLAAN SAMPAH - Teknologi AI Srikandi jadi titik temu kolaborasi lintas sektor, wujudkan pengelolaan sampah transparan dan terukur. 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Ariz Zhafir, S.T
CEO Nusabin, Alumni Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Aktif di HMT-ITB

TANTANGAN pengelolaan sampah di Indonesia semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja.

Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah per tahun, dengan dominasi sampah rumah tangga dan plastik.

Data 2025 mencatat timbulan sampah mencapai 24,8 juta ton hanya dari 244 kabupaten/kota, menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat.

Dari total sampah nasional, baru sekitar 35 persen yang terkelola dengan baik.

Banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah kelebihan kapasitas, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan.

Indonesia memiliki hampir 17.000 bank sampah, tetapi tidak semuanya aktif atau memiliki kapabilitas pengelolaan yang memadai.

Rekomendasi Untuk Anda

Sistem pengumpulan dan pemilahan masih lemah, sehingga sampah bercampur dan sulit didaur ulang.

Pola konsumsi yang tinggi dan minimnya kesadaran untuk memilah sampah memperburuk masalah.

Edukasi publik masih belum merata, terutama di daerah dengan populasi padat.

Kebijakan pengelolaan sampah belum sepenuhnya konsisten di tingkat daerah.

Penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan masih lemah, sehingga praktik pembuangan sembarangan tetap terjadi.

Persoalan perilaku masyarakat, keterbatasan sistem, hingga kebutuhan kebijakan dan dukungan dunia usaha menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.

Dalam konteks tersebut, hadirnya tempat sampah berbasis kecerdasan buatan (AI) Srikandi mulai memainkan peran penting sebagai titik temu berbagai pemangku kepentingan.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, inovasi ini memperoleh perhatian dari pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas teknik, hingga masyarakat umum.

Kehadiran di berbagai forum memperlihatkan bahwa teknologi berbasis data dapat menjadi medium kolaborasi dalam membangun tata kelola sampah yang lebih terukur dan transparan.

Kesederhanaan sebagai Prinsip

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas