Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Indahnya Ramadhan di Bumi Tunisia

Tunisia merupakan negara dengan beragam tradisi dan budaya, yang secara kolektif membentuk identitas dan warna bagi bangsanya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Indahnya Ramadhan di Bumi Tunisia
HO/IST/PCINU Tunisia
TRIBUNNERS - Suasana Ramadhan di Tunisia. Tunisia merupakan negara dengan beragam tradisi dan budaya, yang secara kolektif membentuk identitas dan warna bagi bangsanya. (HO/PCINU Tunisia) 

Hal ini bisa dilihat dari bagaimana warga Tunisia menyibukkan diri pada siang hari.

Mereka akan menyegerakan segala aktivitas yang bisa dilakukan pada siang hari untuk menyelesaikannya dengan cepat.

Menariknya, hal ini diterapkan oleh hampir seluruh masyarakat Muslim agar sore harinya tiba di rumah untuk berbuka bersama keluarga.

Para supir taksi, penjaga toko kelontong, pedagang di pasar, penjual perabotan, para pekerja, mereka akan menyegerakan pulang untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Lalu bagaimana dengan kedai makan, restoran, atau kafe di bulan Ramadhan?

Uniknya, mereka akan tutup di siang hari dan buka di malam harinya.

Bukan fenomena terbalik biasa, justru mereka sedang menunjukkan lapisan budaya Tunisia yang sangat indah.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagaimana adatnya, masyarakat Tunisia akan menutup kedai makanannya untuk menghormati orang yang berpuasa.

Tidak semua negara Muslim melakukan ini, tapi Tunisia adalah salah satu yang menjaga solidaritas sosial ini tetap utuh. 

Di sisi lain, sebuah tradisi religiusitas sedang menyeruak seiring berjalannya bulan Ramadhan.

Ia membawa kepercayaan suatu madhab, hingga meresap perlahan-lahan seolah tradisi klasik.

Shalat tarawih dapat dijadikan rujukan dalam hal ini.

Dalam shalat tarawih, warga lokal Tunisia tidak hanya membaca surat pendek setelah bacaan Al-Fatihah, melainkan membaca 1 juz lebih, baik dalam 20 rakaat maupun 8 rakaat shalat tarawih.

Tujuannya agar Al-Qur’an telah khatam pada malam 27 Ramadhan.

Sebagaimana penganut mazhab Maliki sejati, warga Tunisia meyakini bahwa malam Lailatul Qadar tepat berada di malam 27 Ramadhan

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas