Menghitung Suara Tokek
RAKYAT Indonesia ibarat sedang menghitung suara tokek: Apakah harga BBM bersubsidi akan naik atau tidak?
Editor:
Hasanudin Aco
Kedua, Indonesia tidak mengecam serangan militer AS-Israel terhadap Iran.
Ketiga, Indonesia tidak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini.
Keempat, Indonesia tidak menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti Ali Khameini sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Kelima, Indonesia menyita dan melelang dua kapal tanker Iran yang dituduh melakukan pencemaran lingkungan di laut Indonesia.
Prabowo Menghitung Suara Tokek
Jika nanti harga BBM bersubsidi benar-benar naik maka giliran Prabowo yang akan menghitung suara tokek: apakah akan jatuh atau tidak.
Jika harga BBM bersubsidi naik, harga barang-barang kebutuhan pokok pun akan naik. Bahkan naik kembali, karena sekarang pun sudah naik sejak menjelang hari raya Idulfitri 1447 H kemarin.
Jika harga barang-barang kebutuhan pokok naik, rakyat yang dimotori mahasiswa akan turun ke jalan-jalan untuk melakukan aksi demonstrasi menentang kenaikan harga itu.
Jika gagal mengelola aksi-aksi demontrasi itu, bukan tidak mungkin Prabowo akan jatuh. Lihat saja aksi-aksi demonstrasi awal Agustus tahun lalu yang sebagian besar berlangsung anarkis.
Pendek kata, rakyat kini sedang menghitung suara tokek apakah harga BBM bersubsidi akan naik atau tidak, sementara Prabowo menghitung suara tokek apakah akan jatuh atau tidak jika harga BBM bersubsidi naik.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan