Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Perang Propaganda di Timur Tengah: Beda Dulu dengan Sekarang

Informasi saat ini begitu terbuka bisa diakses darimana saja dan publik tahu mana media yang tidak independen.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Perang Propaganda di Timur Tengah: Beda Dulu dengan Sekarang
HO/IST/Tangkap Layar/X
TERPUTUS - Gambar tangkap layar media sosial yang menunjukkan Jembatan jalan raya B1, yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat, terputus total setelah serangan udara Amerika Serikat, Kamis (2/4/2026). Iran merespons dengan memberikan ancaman menyerang delapan jembatan di negara Arab sekutu AS. 

Atau mungkin infrastruktur digital Iran mengalami kendala di awal-awal perang seperti internet mati dan sebagainya karena pemboman yang berlangsung.

Beberapa media barat tampaknya mulai menyadari hal itu.

CNN misalnya termasuk yang kerap berani menampilkan pemberitaan media Iran.

Misalnya baru-baru ini saat CNN menyadur berita Tasnim News Iran yang mengklaim menang perang melawan AS.

Sesuatu yang membuat Presiden Trump murka dan menuding CNN menyebarkan informasi palsu.

“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang sangat diketahui oleh CNN,” tulis Trump di ruth Social pada Selasa (7/4/2026) malam, seperti dikutip The Independent.

Beberapa media barat sadar mereka tidak selamanya akan bertahan hanya dengan sumber informasi sepihak AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi saat ini begitu terbuka bisa diakses darimana saja dan publik tahu mana media yang tidak independen kredibel dan berimbang.

Jadi begitulah seandainya Trump jadi presiden AS di era tahun 90-an mungkin dia akan dengan mudah melakukan propaganda informasi perang soal Iran.

Dua puluh tahun berlalu setelah perang di Irak namun hingga kini keberadaan "senjata pemusnah massal" yang jadi alasan menyerang Irak tidak pernah terbukti.

BBC pernah melaporkan soal senjata pemusnah massal yang membuat Presiden Irak Saddam Husein digulingkan AS saat itu.

Namun senjata dimaksud tetap misteri dan tidak pernah ditemukan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas