Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Dari Negeri Rempah Menuju Negara Besar

Kebangkitan modern adalah kemampuan sebuah bangsa menjaga kekayaannya sendiri hingga mengelola sumber dayanya sendiri,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dari Negeri Rempah Menuju Negara Besar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

Ia bergerak melalui dominasi teknologi, penguasaan rantai pasok global, kontrol data, tekanan pasar keuangan, manipulasi perdagangan, hingga ketergantungan industri dan pangan.

Abad ke-21 perlahan berubah menjadi era perang geoekonomi.

Amerika Serikat dan China bertarung dalam teknologi dan perdagangan. Konflik Rusia-Ukraina mengguncang energi dan pangan dunia.

Timur Tengah tetap menyimpan ketidakpastian geopolitik. Persaingan semikonduktor, kecerdasan buatan, energi hijau, dan mineral strategis kini menentukan arah kekuatan global masa depan.

Dalam situasi seperti itu, Indonesia sedang berada pada titik yang menentukan.

Di satu sisi, peluang Indonesia sangat besar.

Bonus demografi, pasar domestik raksasa, kekayaan sumber daya strategis, dan posisi geopolitik Indo-Pasifik menjadikan Indonesia salah satu negara yang paling diperhitungkan dunia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak heran bila dalam paparan itu dimunculkan prediksi Goldman Sachs yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050 bahkan 2075.

Tetapi sejarah juga menunjukkan bahwa potensi besar tidak otomatis melahirkan negara besar.

Banyak bangsa gagal naik kelas karena terjebak dalam kutukan yang sama:
menjadi eksportir bahan mentah, tetapi gagal menguasai industri; kaya sumber daya, tetapi lemah dalam penguasaan teknologi; tumbuh secara statistik, tetapi rapuh dalam struktur ekonomi nasionalnya.

Karena itu saya melihat arah kebijakan ekonomi 2027 mulai memperlihatkan upaya untuk keluar dari kutukan sejarah tersebut.

Pemerintah mulai berbicara dan bertindak fokus tentang hilirisasi, industrialisasi, penguatan devisa ekspor, pengendalian under invoicing, percepatan investasi, reformasi birokrasi perizinan, dan penguatan peran negara dalam menjaga arus ekonomi strategis nasional.

Bahkan dalam salah satu slide diperlihatkan bagaimana rumit dan panjangnya proses perizinan investasi yang selama ini menjadi penghambat besar pertumbuhan industri nasional. Ini penting.

Sebab negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia tidak mungkin bergerak dengan birokrasi lamban yang menghabiskan energi pelaku usaha sebelum mereka benar-benar memulai produksi.

Tetapi saya juga melihat bahwa jalan menuju kebangkitan tidak akan mudah.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas