Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Idul Adha di Tengah Dunia yang Terluka

Idul Adha 2026 hadir di tengah krisis global, mengingatkan manusia pada kesabaran, ketaatan, dan pengorbanan demi kemanusiaan.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Idul Adha di Tengah Dunia yang Terluka
Freepik
IDUL ADHA - Idul Adha 2026 hadir di tengah krisis global, mengingatkan manusia pada kesabaran, ketaatan, dan pengorbanan demi kemanusiaan. 

Padahal inti dari Idul Adha adalah kesediaan mengorbankan ego demi kebaikan yang lebih besar. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi latihan membersihkan hati dari keserakahan dan kepentingan diri sendiri.

Pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari bisa hadir dalam bentuk sederhana: meluangkan waktu untuk keluarga di tengah kesibukan, membantu orang yang sedang kesulitan, menahan emosi agar tidak melukai orang lain, atau tetap mau berbagi meski keadaan sendiri belum benar-benar lapang.

Karena itulah pembagian daging kurban memiliki makna sosial yang sangat dalam. Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Orang-orang yang selama ini hidup dalam kekurangan ikut merasakan kebahagiaan bersama. Dari sana tumbuh rasa persaudaraan, empati, dan kepedulian sosial yang semakin dibutuhkan di tengah kehidupan yang individualistis.

Pada akhirnya, Idul Adha tahun ini datang di tengah dunia yang sedang terluka. Luka karena perang, luka karena ketidakadilan, luka karena kerakusan manusia, dan luka karena banyak orang mulai kehilangan rasa peduli terhadap sesama.

Namun justru di situlah pesan Idul Adha menemukan maknanya yang paling dalam. Ketika dunia dipenuhi kemarahan, kesabaran menjadi peneduh. Ketika manusia mudah tergoda oleh kepentingan dan hawa nafsu, ketaatan menjadi penunjuk arah. Dan ketika ego membuat dunia semakin retak, pengorbanan menjadi jalan untuk menjaga kemanusiaan tetap hidup.

Mungkin dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar dan kuat. Tetapi dunia sangat membutuhkan lebih banyak manusia yang tetap tenang saat diuji, tetap jujur saat tergoda, dan tetap peduli ketika banyak orang memilih sibuk dengan dirinya sendiri. 

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas