Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Mengurai Jalan Terjal Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Di atas kertas, Profil Pelajar Pancasila terlihat sangat ideal. Enam dimensi yang ditawarkan dinilai telah menunjukkan keseimbangan multi aspek

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengurai Jalan Terjal Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
PELAJAR PANCASILA - Foto pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 1 Manggar, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (3/11/2025). Di atas kertas, Profil Pelajar Pancasila terlihat sangat ideal. Enam dimensi yang ditawarkan dinilai telah menunjukkan keseimbangan multi aspek 

Dalam tataran praktik, membentuk Profil Pelajar Pancasila membutuhkan sinergi dan kolaborasi kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Namun realitasnya, hal ini seringkali belum berjalan selaras.

Alhasil, penanaman karakter di sekolah tidak berlanjut atau bahkan berlawanan dengan pembiasaan di rumah maupun lingkungan sosial. Ketidaksinkronan ini memicu fragmentasi dalam pendidikan anak.

Guru berjuang menanamkan kemandirian dan etika, sementara lingkungan luar tidak mendukung, bahkan abai.

Tanpa adanya kolaborasi dan komitmen bersama yang kuat, pembentukan profil pelajar yang bernalar kritis, kreatif, dan bergotong royong akan jauh panggang dari api. 

Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di tengah realitas pendidikan saat ini memang harus melalui jalan yang terjal dan berliku. Tantangan nyata sebagaimana penulis kemukakan di atas, dapat menjadi ‘batu sandungan’ yang tidak bisa diabaikan.

Akan tetapi, jalan terjal tersebut bukanlah alasan untuk berhenti melangkah. Pepatah mengatakan ‘jika ada kemauan pasti ada jalan.’

Maka dari itu, segenap pihak harus mampu meleburkan ego dan berjalan beriringan untuk menanamkan pilar karakter dalam P5. Upaya transformatif ini tidak boleh dibebankan kepada guru atau sekolah saja. Namun, keberhasilan dapat dicapai jika ada kesadaran kolektif untuk saling bersinergi, berkolaborasi, dan bergerak bersama.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekolah bertindak sebagai penggerak, orang tua sebagai penyaras, dan masyarakat serta pemerintah sebagai fasilitator pendukung.

Jika ini terwujud, Indonesia akan memiliki modal besar untuk bertransformasi menjadi negara maju, sebagaimana visi Indonesia Emas 2045. 

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas