Pemenang Nobel Kontroversial: Yang Layak dan Tidak
Hadiah Nobel sudah berulang kali menyebabkan terbelahnya opini publik dan menyulut debat sejak mulai diberikan tahun 1910.
Editor: Mohamad Yoenus
Penggunaan pestisida itu selama Perang Dunia II dan setelahnya menyelamatkan jutaan nyawa.
Tapi pakar lingkungan kemudian menyebutnya ancaman bagi kesehatan manusia dan satwa liar.
Penggunaan DDT dalam pertanian kini dilarang secara global.
Nobel Bagi Perdamaian yang Gagal
Nobel Perdamaian tahun 1994 diberikan kepada tiga orang, Pemimpin Palestina Yasser Arafat, PM Israel Yitzhak Rabin, dan Menlu Israel Shimon Peres.
Tujuannya untuk mendorong proses perdamaian di Timur Tengah.
Kenyataannya, perundingan gagal, dan Rabin dibunuh warga nasionalis Israel 1995.
Seorang anggota komite tanggalkan jabatan karena tidak setuju keputusan itu, dan menyebut Arafat teroris.
Terlalu Dini Dapat Hadiah Bergengsi
Banyak orang kaget ketika Barack Obama mendapat Nobel Perdamaian 2009, termasuk Obama sendiri.
Belum setahun menduduki jabatan presiden AS, Obama dihargai karena "upaya gigihnya untuk memperkuat diplomasi internasional dan kerja sama antar semua pihak."
Kritikus, dan sebagian pendukung Obama mengatakan penghargaan diberikan terlalu dini, karena ia belum sempat menunjukkan kemampuan.
Dapat Anugerah setelah Meninggal
Tahun 2011, hadiah Nobel diperoleh Jules Hoffman, Bruce Beutler dan Ralph Steinman untuk penemuan prinsip yang memicu pengaktifan sistem kekebalan tubuh.