Penipuan hingga Rp 10 Miliar lewat Situs Belanja Online, Tips Agar tak Teperdaya
Menanggapi penipuan lewat situs belanja online, Manajer Komunikasi OLX, Hermanto pun angkat bicara.
Penulis:
Ruth Vania C
Editor:
Mohamad Yoenus
"Setelah terjadi kesepakatan harga dengan korban, pelaku lalu meminta korban mentransfer sejumlah uang ke rekening palsu milik pelaku," tambahnya.
Setelah mendapatkan korban, pelaku meminta korban supaya melakukan transfer ke rekening.
Korban mengirimkan sejumlah uang sambil berharap barang segera dikirimkan.
Namun, pelaku tak mengirimkan barang itu.
Hermanto memberikan tips yang harus diketahui calon pembeli agar tidak tertipu, dan mengenali ciri-ciri modus penipuan yang harus dicurigai.
"Pertama, harga yang ditawarkan di bawah harga pasaran, kecuali jika penjual memang dalam keadaan butuh (dana)," ujarnya.
Kedua, kata dia, biasanya si penjual tidak mau jika diajak bertemu, kecuali jika si penjual memang hanya retailer.
Hal terakhir yang harus dicurigai adalah penjual minta ditransfer uang terlebih dahulu, baik berupa uang muka atau pembayaran penuh.
Lalu, untuk mencegah terjerumus penipuan, Hermanto menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan calon pembeli.
"Calon pembeli harus melakukan transaksi secara langsung (Cash on Delivery), bertemu di tempat yang ramai, dan datang tak sendiri," jelas Hermanto.
Ia menambahkan, jika barang yang ingin ditransaksikan adalah kendaraan, maka pertemuan baiknya dilakukan di bengkel.
Hal itu supaya calon pembeli dapat langsung mengecek kondisi kendaraan yang akan dibeli. (*)
Baca tanpa iklan