Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kerena Unik, Menteri Pariwisata Cetuskan Ide Bikin Monumen Gerhana Matahari Total

"Kejadian ini 350 tahun sekali. Alangkah bagusnya kalau nanti kita buat monumen GMT 2016," ucap Menteri Arief.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, momen Gerhana Matahari Total (GMT) tahun 2016 sangat unit. Alasannya, fenomena tersebut hanya melewati Indonesia, tanpa negara lainnya.

"Kejadian ini 350 tahun sekali. Maka dari itu, diskusi tadi alangkah bagusnya kalau nanti kita buat monumen GMT 2016," ucap Arief, Selasa (8/3/2016) di Tanjungpandan, Belitung.

Untuk menyambut fenomena alam itu, kata dia, saat ini seluruh Indonesia menggelar 100 even. Khusus untuk Belitung dilakukan minimal 10 even. Penulis Andrea Hirata, yang beken lewat novel Laskar Pelangi, akan terlibat di acara tersebut.

"Sekarang sangat seru untuk GMT 2016," ucapnya.

Mengenai monumen yang bakal diabadikan di pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, sejauh ini telah dipersiapkan. Bentuk monumen itu berupa prasasti. Menurut rencana, bakal ditandatangani oleh Presiden, 9 Maret 2016 besok.

"Prasasti itu akan diabadikan. Saya mohon disesuaikan dengan arsitektur nusantara yang ada di sini," pungkasnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Pos Belitung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas