Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara di Pulau Dewata

Sebanyak 120 kebaya diperagakan oleh model professional, Ibu-Ibu PKK dan Ibu-Ibu Dharma Wanita di hadapan para tamu undangan dan lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Puluhan peserta dan ratusan pengunjung memadati Gedung Natya Mandala Amphiteather ISI, Denpasar Sabtu (30/4/2016) malam, guna mengikuti "Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara.

Puluhan kebaya terlihat begitu memasuki gedung di Lantai dipamerkan dan kebaya tersebut dirancang oleh desainer dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar.

Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara diselenggarakan oleh IFC Denpasar yang bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Denpasar.

Pemukulan gong oleh Rektor ISI Denpasar, didampingi Ketua Panitia Dewi Sarjani, Ketua IFC Denpasar Dwi Iskandar, Ketua Dekranasda Denpasar Sally Mantra.

Sebanyak 120 kebaya diperagakan oleh model professional, Ibu-Ibu PKK dan Ibu-Ibu Dharma Wanita di hadapan para tamu undangan dan lainnya.

Rata-rata para desainer membuat dua buah kebaya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ini kali kedua penyelenggaran Pagelaran 100 Kebaya. Mala mini (kemarin) ditampilkan 120 kebaya dari berbagai designer baik pro maupun yang baru,” jelas Dwi Iskandar.

Yang membedakan tahun ini, tentu jumlah peserta yang berasal dari IFC Denpasar, IFC Makasar IFC Bandung dan IFC Jakarta ikut meramaikan acara tahunan tersebut.

Selain mereka ada juga dari mahasiswa ISI Denpasar Prodi Design Mode.

Kedua yakni konsep acara dan tema yang diusung yakni Pesona Nusantara.

 Dwi Iskandar menyampaikan jika ingin mengenalkan kebaya dari Bali kepada Mancanegara.

Karena beberapa negara memiliki nilai lebih dari pakaian tradisionalnya yang dikenal.

“Kami ingin menyetarakan kebaya seperti misalnya kalau China memiliki baju Chong San, India memiliki baju Sari. Jadi saya yakin kebaya suatu saat akan lebih dikenal jika membicarakan kebaya itu dari Indonesia,” tambahnya.

Dan saat ini masyarakat Internasional sudah mulai mengenal jika kebaya berasal dari Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas