Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara di Pulau Dewata
Sebanyak 120 kebaya diperagakan oleh model professional, Ibu-Ibu PKK dan Ibu-Ibu Dharma Wanita di hadapan para tamu undangan dan lainnya.
Editor: Mohamad Yoenus
Dan saat ini masyarakat Internasional sudah mulai mengenal jika kebaya berasal dari Indonesia.
Dan kebaya dari Indonesia banyak ragamnya. Contohnya dari Bali sendiri kebaya hampir digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kebaya yang dipakai untuk ke Pura memiliki pakem tersendiri.
Dewi Sarjani sebagai Ketua Panitia dan juga menjadi satu peserta deasiner menyampaikan bahwa kebaya merupakan salah satu bagian kebudayaan di Bali yang sudah mengakar.
Sebab dapat kita lihat kebaya sering di pakai dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Bali.
"Kita ingin lebih mempopulerkan lagi kebaya di Bali. Yang nantinya jika orang-orang membicarakan kebaya hal itu identik dengan Indonesia khususnya Bali," ujarnya kepada Tribun Bali.
Ia pun menampilkan dua desain kebaya yang dibuatnya.
“Lebih kea rah kasual kebaya yang saya buat. Dan pengerjaannya tidak terlalu memakan waktu lama dan biaya tinggi. Sehingga masyakarat umum bisa menikmati karya-karya kebaya yang ekonomis dari saya dan designer lain,” ungkapnya.
Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara dibagi kedalam dua sesi show.
Sesi fashion show pertama menampilkan karya-karya desainer mahasiswa, masyarakat umum dalam hal ini desainer di luar IFC.
Kedua menampilkan kebaya karya dari anggota IFC Denpasar, IFC Makasar, IFC Jakarta, IFC Bandung.
Ditambah dengan kebaya dari Ibu-Ibu PKK, Ibu-Ibu Dharma Wanita dan IWAPI.
Acara ditutup dengan menampilkan seluruh karya kebaya dari masing-masing designer bersama model catwalk nya masing-masing. (*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.