Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Tiban Keluhkan Uang Wajib Tahunan Otorita

"UWTO itu lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," kata Imron menegaskan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -- Warga Tiban Indah Kecamatan Sekupang, Batam Kepulauan Riau (Kepri) menilai pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang ditarik BP Batam memberatkan warga.

Tidak saja memberatkan, bahkan warga juga menilai sangat merugikan.

Ketua RW 01 Kelurahan Tiban Indah Imron Nawawi ditemui usai menggelar aksi damai dilingkungan Kelurahan Tiban Indah yang berakhir, di Pasar Tradisional Tiban Indah menegaskan pihaknya minta UWTO ditiadakan.

"UWTO itu lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," kata Imron menegaskan.

Dirinya menilai, kalau masyarakat diwajibkan membayar UWTO, kenapa lagi harus membayar PBB (Pajak Bumi Bangunan).

"Setahu kami bayar PBB, bukan UWTO. Lagian seharusnya lokasi industri yang seharusnya bayar UWTO karena ada penghasilan, bukan pemukiman warga," kata Imron.

Rekomendasi Untuk Anda

Aksi penolakan untuk bayar UWTO ini dilakukan dengan membentang spanduk putih dengan panjang lebih kurang 10 meter.

Selain tertulis penolakan UWTO, di spanduk tersebut juga terdapat banyak tanda tangan yang menyatakan setuju dengan penolakan UWTO tersebut.

Tidak saja warga Tiban Indah, bahkan sejumlah warga yang melintas di Pasar Tradisional Tiban Centre juga ikut menandatangani spanduk tersebut. (*)

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas