Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

VIDEO: Kronologi Hidung Jenazah Pasien Hilang di RSUD Bantul

Ibunda Sari, Wakiah (49) sebelumnya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, sempat dirawat di sana empat hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL -- Kelopak mata Purwanti Sari (25) berlinang air mata, tatkala mengetahui jenazah ibunya yang baru saja meninggal, di bagian hidung sebelah kiri hilang dengan bekas sayatan yang teriris rapi.

Ibunda Sari, Wakiyah (49) sebelumnya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, sempat dirawat di sana empat hari.

Tapi nasib berkata lain, Wakiah yang harus mendapat perawatan karena mengeluh kepalanya sakit, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada 30 Januari 2016.

Awalnya keluarga Sari menerima ikhlas kabar itu, namun yang menjadi keganjilan keluarga, yakni kondisi Wakiyah yang meninggal dalam kondisi tak wajar.

“Saya syok berat, kaget, kok bisa ibu saya (meninggal) seperti itu,” ulasnya, Kamis (19/5/2016).

Jenazah Wakiyah diketahui dalam kondisi tak wajar saat proses pemandian jenazah berlangsung.

Waktu itu, banyak warga kaget saat membuka kain penutup muka jenazah, dan mendapati bagian hidung sebelah kiri Wakiah sudah tak ada.

Rekomendasi Untuk Anda

“Karena saya tidak kuat (melihat kondisi ibu), saya langsung pergi ke dalam rumah, dan saya hanya bisa nangis,” ujarnya.

Wakiah merupakan warga Padukuhan Jragan, RT. 001, Desa Poncosari , Kecamatan Srandakan, Bantul.

Suaminya bernama Ismadi (58), dan memiliki dua anak bernama Purwanti Sari (25) dan Bagus Irwanto (20).

Tentu kepergian Wakiyah mengakibatkan kesedihan tersendiri bagi keluarga.

“Setelah ibu dimakamkan, saya hampir dua minggu enggak bisa tidur. Saya sedih, kenapa ibu saya meninggal dalam kondisi (jenazahnya) tak utuh,” ungkapnya.

Mengetahui kondisi ibunya meninggal tak wajar, Sari berupaya mencari tahu penyebab sebagian hidung sebelah kiri ibunya hilang.

Lalu ia mencoba mendatangi RSUD, namun dari sana ia tak mendapat jawaban yang semestinya.

“Saat saya tanya, mereka hanya jawab, ‘Kami (RSUD Bantul) minta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan rumah sakit. Dan kami tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama’,” ceritanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas