Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri Anggap Kerusuhan di Markas Polres Meranti Sebagai Pelajaran Pahit

Jajaran Polda Riau diminta untuk segera memperbaiki hubungan dengan masyarakat, pemerintah, TNI, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, David Tobing

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Kapolri (Pol) Jenderal Tito Karnavian menyesalkan terjadinya kerusuhan yang terjadi di Markas Polres Meranti.

Hal itu dikatakan Tito menjawab pertanyaan awak media, usai menggelar rapat jajaran Polda Riau di aula Mako Brimob Polda Riau, Selasa (30/8/2016).

"Kasus di Meranti bagi saya, menjadi pelajaran pahit, bahwa mekanisme belum terbangun dengan baik," kata Tito.

Kasus seperti itu, menurut Tito, tidak akan terjadi apabila hubungan antara polisi dengan masyarakat, serta stakeholder terbangun dengan baik.

Jajaran Polda Riau diminta untuk segera memperbaiki hubungan dengan masyarakat, pemerintah, TNI, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas.

Kasus kerusuhan di markas Polres Meranti bermula dari tewasnya tersangka Apri Andi Pratama (24), pelaku pembunuhan Brigadil Adil Tambunan setelah ditangkap polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Apri diduga tewas akibat dianiaya oleh rekan korban Brigadir Adil. Kerusuhan pun meluas hingga di Markas Polres Meranti dan menyebabkan seorang warga inisial IS tewas.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas