Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menengok Aktivitas Tukang Jagal di Pasar Langowan Minahasa

Sebelum dieksekusi, leher anjing dan kucing digantung pakai tali. Kepalanya kemudian dipukul menggunakan kayu. Setelah itu dibakar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNNEWS.COM, MINAHASA - Pasar Langowan di Minahasa, Sulawesi Utara, terkenal menjajakan hewan-hewan yang dianggap sebagian kalangan tak lazim dikonsumsi.

Label ekstrem pun melekat pada pasar yang menjajakan daging ular piton, kelelawar, tikus ekor putih, anjing, kucing, biawak, dan babi hutan.

Pasar ini ibarat arena penjagalan hewan. Anjing dan kucing dieksekusi di tempat ketika ada pelanggan yang memesan dagingnya.

Sebelum dieksekusi, leher anjing dan kucing digantung pakai tali. Kepalanya kemudian dipukul menggunakan kayu. 

Setelah terkulai,  tubuh dua hewan itu dibakar supaya merontokkan bulu halusnya. Ada pula yang dibakar masih dalam keadaan hidup. Setelah itu dipotong jadi beberapa bagian.

Sementara, ular dibawa ke pasar dalam keadaan mati. Hal itu dilakukan karena akan sangat berbahaya jika dibawa dalam keadaan hidup.

Rekomendasi Untuk Anda

Daging ular naik dijajakan utuh. Namun, ada juga yang sudah dipotong jadi beberapa bagian. Harga jualnya pun relatif terjangkau. Rp 50 ribu per ekor.(*)

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas