Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Panic Buying Tiket Konser K-Pop: Kenapa Fans Berebut Jastip dari Jauh Hari?

Jadwal konser idol populer bikin fans buru-buru cari jastip tiket. FOMO dan panic buying bikin persaingan makin panas.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Panic Buying Tiket Konser K-Pop: Kenapa Fans Berebut Jastip dari Jauh Hari?
Shutterstock
ANTUSIASME KONSER - Ilustrasi suasana konser. Panic buying tiket dan tren penggunaan jastip makin meningkat di tengah ketatnya persaingan mendapatkan tiket konser idol populer. 

TRIBUNNEWS.COM - Jadwal konser BTS sedang ramai dibicarakan oleh para penggemar K-pop nih, terutama para Army (sebutan untuk fans BTS)! 

Yap, group K-pop fenomenal tersebut sudah resmi mengumumkan jadwal konsernya di Indonesia, yaitu tanggal 26-27 Desember 2026 mendatang. Antusiasme para Army pun sudah terlihat di berbagai platform media sosial. 

Seiring dengan antusiasme tersebut, enggak sedikit penggemar yang mulai mencari jasa titip (jastip) pembelian tiket konser. 

Lho, kenapa sih beli tiket konser aja harus jastip dari jauh-jauh hari? Bukannya lebih enak pesan dan bayar sendiri? Ternyata, ada alasan mengapa para penggemar idola K-pop rela berebut dan bahkan mengeluarkan dana lebih untuk jastip. Hal ini juga kaitannya dengan panic buying

Panic Buying Tiket Konser

Fenomena panic buying kini tak hanya terjadi saat ada krisis. Di dunia hiburan, khususnya K-Pop, perilaku ini muncul setiap kali ada sinyal comeback atau rencana tur dunia dari idol besar, seperti konser BTS yang lagi ramai dibicarakan.  

Pengalaman gagal war tiket pada konser sebelumnya bisa jadi salah satu faktor pendorong seorang penggemar untuk menggunakan jastip. Enggak heran, persaingan mendapatkan tiket memang terasa makin ketat dari waktu ke waktu karena jumlah penggemar biasanya makin bertambah. 

Di tengah jumlah peminat yang jauh lebih besar dibanding kapasitas venue, banyak penggemar merasa harus bergerak lebih cepat dari yang lain. Situasi ini membuat tiket sering habis dalam hitungan menit dan memicu rasa cemas di kalangan penggemar yang takut kehabisan kesempatan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, ada juga faktor psikologis seperti fear of missing out (FOMO) yang ikut berperan.  Melansir Klikdokter.com, FOMO dapat membuat seseorang mengambil keputusan pembelian berdasarkan emosi, bukan pertimbangan rasional, karena takut tidak mengikuti tren yang sedang ramai atau hal-hal viral di medsos.

Soal tiket konser pun juga begitu. Postingan orang-orang yang sukses dapat tiket konser impiannya membuat orang yang FOMO jadi impulsif, sehingga tiket konser dipersepsikan sebagai barang langka dan bernilai. Akibatnya, kontrol diri pun cenderung menurun saat mengambil keputusan.

Dorongan tersebut membuat sebagian penggemar rela bergerak cepat demi mengamankan pengalaman, meski risikonya tinggi. Situasi inilah yang mendorong untuk mencari opsi alternatif, bahkan sebelum jadwal konser diumumkan resmi. 

Baca juga: Capek War Tiket Konser di Indonesia? Coba 7 Tips Nonton Konser Impian di Luar Negeri

Fenomena Jastip Tiket di Tengah Antusiasme Konser 

Di tengah fenomena panic buying, jastip pembelian tiket konser jadi opsi yang banyak dipilih penggemar. Jastip tiket dianggap jadi jalan tengah, terutama buat kamu yang merasa punya peluang tips untuk dapat tiket sendiri.

Sistem yang sering eror, antrean virtual yang panjang, dan ribuan pembeli masuk di waktu yang sama memang membuat banyak orang kewalahan dan akhirnya memilih untuk mencari bantuan dari pihak lain. 

Dalam kondisi seperti itu, sebagian penggemar memilih menyerahkan urusan war tiket ke jastip yang biasanya sudah berpengalaman dan punya perangkat serta koneksi internet yang lebih memadai. 

Eits, tapi, meningkatnya minat pada jastip tiket juga ada risiko sendiri! Tidak semua penyedia jasa bisa dipercaya. 

Melansir Kompas.id, kasus penipuan jastip, termasuk jastip tiket konser, masih terus terjadi dan secara tidak langsung merugikan banyak pihak. Praktik jastip abal-abal ini bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga penyedia jastip yang sudah lama menjalankan usaha secara jujur dan amanah. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas