Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menyesal Makan Manis Saat Diet? Tenang, Ini Cara Mengatasinya!

Menikmati makanan manis sesekali tak langsung merusak diet, asal tetap terkontrol dan seimbang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menyesal Makan Manis Saat Diet? Tenang, Ini Cara Mengatasinya!
Shutterstock
MAKANAN MANIS - Ilustrasi takut untuk makan makanan manis. Menikmati makanan manis sesekali tidak langsung menggagalkan diet yang sudah dilakukan. 

TRIBUNNEWS.COM - Memulai diet sering kali identik dengan aturan ketat, mulai dari jadwal olahraga hingga pembatasan jenis makanan. Salah satu yang paling sering dihindari adalah makanan manis karena dianggap sebagai musuh utama keberhasilan diet. Tak heran, banyak orang merasa bersalah saat tergoda menikmati sepotong kue, cokelat, atau minuman manis.

Bagi mereka yang memiliki sweet tooth atau sudah terbiasa mengonsumsi makanan manis, godaan ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Rasa bersalah pun kerap muncul karena merasa telah “melanggar aturan” diet. 

Padahal, menikmati makanan manis sesekali tidak serta-merta menggagalkan seluruh usaha yang sudah dilakukan. Kuncinya terletak pada cara menyikapi dan mengelola kebiasaan tersebut. 

Sebagai gambaran, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar asupan gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. Untuk seseorang dengan kebutuhan sekitar 2.000 kalori per hari, jumlah tersebut setara dengan sekitar 50 gram gula. Bahkan, untuk manfaat kesehatan tambahan, asupan gula idealnya dibatasi hingga kurang dari 5 persen dari total energi harian.

Artinya, makanan manis sebenarnya masih bisa dikonsumsi selama porsinya tetap terkontrol. Lalu, bagaimana cara mengurangi rasa bersalah saat menikmati makanan manis di tengah program diet? Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

1. Pahami bahwa diet bukan soal kesempurnaan

Diet bukanlah tentang menjadi sempurna setiap saat. Tidak ada pola makan sehat yang benar-benar bebas dari godaan. 

Yang terpenting adalah konsistensi dalam jangka panjang. Satu atau dua kali menikmati makanan manis tidak akan menghapus semua usaha yang telah dilakukan selama ini.

2. Kenali alasan di balik keinginan makan manis

Rekomendasi Untuk Anda

Rasa bersalah sering muncul karena makanan manis dikonsumsi secara impulsif, misalnya saat stres, lelah, atau bosan. 

Untuk itu, sebelum makan, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah benar lapar atau hanya ingin mencari pelarian sesaat? Dengan memahami pemicunya, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih sadar.

Baca juga: Pisang vs Ubi Jalar Jadi Sarapan Kekinian yang Hit, Mana Lebih Aman buat Gula Darah dan Diet? 

3. Fokus pada porsi, bukan larangan total

Melarang diri sepenuhnya dari makanan manis justru bisa membuat keinginan semakin besar. Sebaliknya, memberi ruang dalam porsi kecil jauh lebih realistis. 

Sepotong kecil cokelat atau satu sendok es krim sering kali sudah cukup untuk memuaskan keinginan tanpa berlebihan.

4. Anggap makanan manis sebagai bagian dari pola makan seimbang

Satu jenis makanan tidak akan menentukan keberhasilan atau kegagalan diet. Yang lebih penting adalah gambaran besar dari pola makan sehari-hari. 

Hal tersebut turut ditegaskan oleh Pratiwi Dinia Sari, S.Gz., RD., ahli gizi Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada. Ia menyarankan penerapan prinsip 80/20, yakni 80 persen konsumsi makanan bergizi dan 20 persen dialokasikan untuk makanan favorit, termasuk yang manis, agar pola makan tetap seimbang tanpa menimbulkan rasa bersalah.

5. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Daripada terus menyalahkan diri sendiri, cobalah bersikap lebih lembut. Mengatakan “tidak apa-apa, besok saya kembali ke pola makan sehat” jauh lebih efektif dibandingkan terus menyesali diri. Sikap ini juga membantu mencegah pola makan emosional yang justru bisa berujung makan berlebihan.

Pada dasarnya, diet bertujuan menjaga kesehatan tubuh. Namun, jangan sampai terlalu membatasi diri hingga justru menimbulkan tekanan secara mental. 

Menikmati makanan manis sesekali saat menjalani diet bukanlah sebuah kesalahan besar. Selama dilakukan secara sadar, dalam porsi wajar, serta tetap menjaga keseimbangan pola makan, makanan manis dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Baca juga: Ramai Tren Diet di Media Sosial, Dokter Beberkan Fakta yang Bikin Merinding

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas