Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selain Selat Hormuz, Ini 5 Jalur Perdagangan Dunia yang Sangat Vital

Selain Selat Hormuz, ada beberapa jalur pelayaran lain yang juga vital dan berdampak pada ekonomi global.

zoom-in Selain Selat Hormuz, Ini 5 Jalur Perdagangan Dunia yang Sangat Vital
RNTV/TangkapLayar
JALUR PELAYARAN - Ilustrasi Selat Hormuz. Selain Selat Hormuz, terdapat sejumlah jalur perdagangan strategis lain yang tak kalah penting. 

TRIBUNNEWS.COM - Dunia tengah diguncang akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan ini memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari eskalasi serangan militer hingga kebijakan strategis yang berpengaruh pada stabilitas kawasan. Salah satu yang paling menjadi sorotan global adalah penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Langkah tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar internasional. Pasalnya, melansir Kompas.com, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam global. Gangguan di titik ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak mentah dan gas, serta memicu efek domino terhadap inflasi dan biaya logistik di berbagai negara.

Namun, selain Selat Hormuz, terdapat sejumlah jalur perdagangan strategis lain yang tak kalah penting. Jika jalur-jalur ini terganggu, dampaknya terhadap ekonomi global juga bisa sangat besar.

5 Jalur Strategis Perdagangan Global

1. Selat Malaka

Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Terletak di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura, selat ini menjadi penghubung utama antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Rute ini dilalui kapal kontainer, tanker minyak, hingga kapal kargo yang menuju pasar Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Diperkirakan sekitar 60 persen perdagangan maritim dunia melewati Selat Malaka setiap tahunnya, termasuk sebagian besar impor energi bagi negara-negara industri di Asia.

2. Terusan Suez

Terusan Suez di Mesir menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah, menjadikannya jalur tercepat antara Eropa dan Asia tanpa harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika.

Dengan panjang sekitar 193 kilometer, terusan ini memangkas waktu dan biaya pelayaran secara signifikan. Menurut laporan dari The Suez Canal Authority (SCA), kurang lebih 100 kapal melintasi jalur ini dengan membawa minyak mentah, gas alam cair (LNG), hingga barang konsumsi setiap harinya.

Baca juga: Iran Ancam Bakar Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak dan Gas Langsung Meroket, Pasar Saham Jatuh

3. Laut China Selatan

Rekomendasi Untuk Anda

Laut China Selatan merupakan kawasan perairan yang menopang lebih dari sepertiga pelayaran global. Dilansir dari data UNCTAD, jalur ini menjadi nadi perdagangan Asia, dengan hampir 60 persen perdagangan maritim dunia melibatkan kawasan ini.

Selain menjadi jalur logistik utama bagi China, Jepang, dan Korea Selatan, wilayah ini juga kaya sumber daya alam dan memiliki nilai geopolitik tinggi. Ketegangan militer atau sengketa wilayah di kawasan ini dapat memicu gangguan serius terhadap distribusi barang dan energi dunia.

4. Terusan Panama

Terusan Panama menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik melalui Amerika Tengah. Keberadaannya mempersingkat perjalanan ribuan kilometer dibandingkan harus mengelilingi Amerika Selatan lewat Tanjung Horn.

Sekitar 13.000 kapal melintasi terusan sepanjang 82 kilometer ini setiap tahun. Jalur ini krusial bagi perdagangan antara pantai timur Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Asia, termasuk pengiriman komoditas energi serta produk manufaktur.

5. Selat Inggris

Selat Inggris, yang memisahkan Inggris dan Prancis, turut masuk sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Selat ini sendiri menghubungkan Laut Utara dengan Samudra Atlantik.

Dilansir dari World Economic Forum, setidaknya ada lebih dari 500 kapal melewati selat ini setiap harinya. Tingginya aktivitas pelayaran tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu jalur yang sangat penting bagi kelancaran perdagangan internasional sekaligus distribusi energi dunia.

Situasi yang terjadi seperti di Selat Hormuz menunjukkan bahwa jalur-jalur pelayaran strategis memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas perdagangan global. Ketika salah satu jalur terganggu atau ditutup, dampaknya dapat langsung terasa pada rantai pasok dunia, mulai dari kenaikan harga energi hingga distribusi barang antarnegara.

Baca juga: Selat Hormuz Memanas! Iran Klaim Kuasai Jalur Minyak, AS Siapkan Armada Laut Kawal Kapal Tanker

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas