Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Penghasil Limbah Makanan Terbanyak Nomor Dua, Ayo Bantu Kurangi!

Dalam setahun sebanyak 13 juta ton sampah terbuang. Angka itu sebenarnya bisa memenuhi kebutuhuhan pangan 28 juta orang yang hidup dalam kemiskinan.

Indonesia Penghasil Limbah Makanan Terbanyak Nomor Dua, Ayo Bantu Kurangi!
Tribunnews.com/Ria Anatasia
(kiri-kanan) Assistant Brand Manager Mylanta Dinda Parameswari, perwakilan Waste4Change Annisa Paramitha (tengah) dan Peneliti Pangan Arief Daryanto mengkampanyekan #MakanBijak 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahukah Anda soal fakta mengejutkan bahwa Indonesia menjadi negara penghasil sampah atau limbah  makanan tertinggi di dunia? 

Dalam satu tahun sebanyak 13 juta ton sampah terbuang. Angka itu sebenarnya bisa memenuhi kebutuhuhan pangan 28 juta orang yang hidup dalam kemiskinan di tanah air.

Ironisnya, data Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) menyebutkan, hampir satu miliar orang menderita kelaparan, tetapi sepertiga makanan hilang atau terbuang. 

Limbah makanan sesuai dengan empat kali jumlah yang dibutuhkan untuk memberi makan orang-orang yang menderita kurang gizi di seluruh dunia.

Sebuah organisasi peduli lingkungan, Waste4Change mendorong masyarakat untuk makan bijak demi mengurangi sampah dan limbah organik dari makanan.

"Saat ini apalagi menjelang puasa kita dihadapi dengan pilihan makanan berlimpah. Sangat ironis ketika 40 persen masyarakat Indonesia kurang gizi, 10 persen lain justru mengalami obesitas. Solusi terbaik ya dengan makan bijak dan tidak berlebihan, kata Annisa Paramita dari Waste4Change pada kampanye Mylanta #MakanBijak di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Adapun langkah nyata yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk mengurangi makanan sisa dan terbuang, yakni:

1. Mengurangi konsumsi makanan instan yang tidak baik bagi kesehatan dan beralih mengonsumsi makanan yang diproduksi secara lokal (lebih segar, lebih sehat).

2. Rencanakan dengan seksama sebelum membeli (beli apa yang dibutuhkan – jangan tergoda untuk membeli makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi).

3. Masak bahan makanan dalam jumlah yang sesuai dan usahakan untuk tidak menyisakan makanan.

4. Simpan makanan dengan baik agar dapat dikonsumsi untuk jangka waktu yang lebih lama.

5. Olah kembali makanan yang tidak bisa Anda makan.

6. Selain itu, pihak pengelola restoran juga sebaiknya mulai menerapkan sistem denda jika pembeli menyisakan makanan.

Nah itu beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk berkontribusi agar lingkungan di Indonesia bersih dan sehat. Ayo berubah mulai dari diri sendiri.(*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas