Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

TPNPB-OPM Bantah PU Atasan dari Egianus Kogoya, Ini Jawaban Polri

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) membantah pernyataan Polri mengenai adanya atasan Egianus Kogoya

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in TPNPB-OPM Bantah PU Atasan dari Egianus Kogoya, Ini Jawaban Polri
AAP/Andrew Brownbill
Bendera kelompok separatis Papua Merdeka, Bintang Kejora, berkibar di luar kantor Departemen Imigrasi di Melbourne, Australia, dalam sebuah aksi protes tahun 2006. Bendera serupa dikibarkan di kantor KJRI Melbourne, Jumat (6/1/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) membantah pernyataan Polri mengenai adanya atasan Egianus Kogoya yang berinisial PU.

Diketahui, Polri menyebut telah mengetahui Panglima tertinggi dari KKB, yang berinisial PU. PU diduga sebagai pihak yang memberi restu kepada Egianus Kogoya untuk melancarkan serangan yang menewaskan sejumlah pekerja PT. Istaka Karya. 

Menanggapi itu, Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengaku memiliki data yang valid.

"Kami yakin, kami ada datanya, fix kami yakin. Bahwa itu atasannya, ter-connect jaringan kepada Kogoya. Kami akan kejar kemanapun, dan kami akan proses hukum," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Ia juga mengimbau agar semua pihak tidak terjebak dengan propaganda dan agenda settingan KKB.

Pernyataan itu merujuk pada klaim KKB yang menyebut tidak ada korban sipil dalam penyerangan di jalur Trans Papua dan hanya dari pihak TNI.

BERITA REKOMENDASI

Namun, fakta di lapangan ternyata semua korban yang telah teridentifikasi merupakan pekerja dari PT. Istaka Karya.

"Fakta yang ada dari sejumlah korban yang diduga tewas sudah kita identifikasi, oleh tim DVI, sudah ada datanya dan kita kuatkan lagi, keluarganya sudah menjemput, dan itu semua pekerja PT Istaka Karya. Mereka bilang TNI, padahal TNI kan satu (yang jadi korban, - red), itu karena membela masyarakat, insyallah husnul khotimah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya hanya bekerja sesuai fakta dan akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB.

"Kita nggak usah terlalu banyak menghiraukan itu semua, kita kejar, kita tangkap agar mereka mempertanggungjawabkan kebiadabannya," tukasnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas