News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Dia Perkawinan Bajaj dengan Teknologi Jepang

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEO Nihon Electrike Noboru Matsunami dan Bajaj (inzet)

Menurutnya, porsi biaya produk sebenarnya hanya sepertiga, lalu sepertiga keuntungan dan sepertiga lagi biaya karyawan, marketing dan biaya-biaya penjualan lain.

"Makanya produsen mobil itu sebenarnya sangat menguntungkan sekali," tekannya lagi.

Untuk membuat mobil tiga roda ini Matsunami sebenarnya sempat mendekati Duta Besar India di Tokyo. Termasuk menjamunya di tempat yang mahal dan sebagainya. Setelah ditunggu satu tahun tak ada hasil apapun yang berarti.

Keberuntungannya mulai bersinar setelah berkenalan dengan Kawasaki Heavy Industry sehingga bisa berkenalan dengan CEO Bajaj Auto di India dan melihat pabrik tersebut.

"Luar biasa memang saya sangat terkesan. Dengan production line yang ada mereka secara otomatis bisa membuat 46000 unit Bajaj per hari. Kaget saya menyaksikan pabriknya yang luar biasa hebat itu.  Hasil produksinya, separuh di ekspor separuh di jual di dalam India."

Matsunami yang pernah ke Jakarta sekitar 10 tahun lalu, berharap Bajaj yang sudah populer ini dengan penyesuaian penggunaan listrik mungkin bisa dipakai di Indonesia, sehingga polusi dapat terkurangi nantinya.

Bajaj dengan motor listrik diperlihatkan pula kepala CEO Bajaj Auto dan mendapat tanggapan yang sangat positif dari CEO tersebut, tekannya.

Dulu Bemo atau Bajaj pernah dipakai di Jepang, kini akan dipakai dan populer kembali. Tampaknya sejarah akan berulang kembali dan semua menuju kepada kesederhanaan serta akrab lingkungan, sehingga membuat kehidupan manusia pun semakin nyaman. Penggunaannya pun nyaman aman sederhana, sehingga siapa pun dapat menggunakan dengan mudah. Apakah Bajaj ini akan kembali populer di Indonesia lagi?

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini