Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan Otobus (PO) diminta untuk memperhatikan kompetensi hingga waktu istirahat pengemudi demi mengutamakan keselamatan para penumpang.
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menyampaikan pentingnya kompetensi pengemudi, khususnya untuk trayek jarak jauh demi keselamatan.
Selain itu, PO Bus juga diminta memperhatikan waktu libur dan istirahat pengemudi.
Baca juga: Jelang Lebaran, Berikut Tips Mudik Aman dari MTI untuk Pengendara Pribadi
"Untuk trayek dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam agar disediakan 2 pengemudi," ujar Djoko dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).
Djoko mengingatkan pentingnya menyiapkan kendaraan dalam kondisi laik jalan untuk perjalanan jauh, dan jika menggunakan google map agar diyakinkan bahwa rute tersebut sesuai dengan kelas jalan dan tidak ekstrem.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Tidak Mudik Naik Motor Jarak Lebih dari Tiga Jam
MTI juga memberikan imbauan terkait penggunaan bus wisata. Terutama untuk petugas BPTD dan Dishub pada tempat-tempat wisata yang memiliki jalur ekstrem untuk bersiaga pada daerah rawan kecelakaan.
"Agar bus besar tidak memaksakan masuk daerah ekstrem dengan menyediakan angkutan alternatif," imbuh Djoko.
Untuk kota tujuan wisata dan tempat wisata, penting untuk menyediakan tempat istirahat pengemudi.
Kemudian agar diyakinkan armada bus kondisi teknisnya, perizinan dan uji kelaikan jalan (KIR) dalam kondisi laik untuk melakukan perjalanan.
"Jika dalam perjalanan, pengemudi merasa lelah, sebaiknya beristirahat saja. Jangan dipaksakan minum suplemen tambahan agar bisa bertahan mengemudi. Justru nantinya akan merusak kondisi tubuh," ujarnya.