Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan bahwa riset yang dikembangkan akan difokuskan pada hasil nyata dan tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
"Kami bentuk konsorsium riset dari hulu ke hilir. Setiap komoditas memiliki tim khusus yang mengintegrasikan akademisi, peneliti Kementan, dan pelaku industri," kata Sudaryono.
Pemerintah menyiapkan anggaran antara Rp 20 miliar hingga Rp 40 miliar untuk mendukung kegiatan riset, mulai dari tahap dasar hingga komersialisasi.
"Kita libatkan dosen, peneliti, dan praktisi yang memahami seluruh rantai produksi, dari varietas unggul, teknologi budidaya, pengendalian hama, hingga alat dan mesin pertanian," ujar Brian.
Baca tanpa iklan