News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Purbaya Diminta Stabilkan Pasar di 100 Hari Pertama Jadi Menkeu

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAKER PERDANA MENKEU - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat kerja perdana dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/9/2025). Di raker ini dia sempat menyinggung gaya komunikasinya yang ala koboi.

 

TRIBUNNEWS.COM — Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menegaskan, kemampuan Purbaya Yudhi Sadewa menstabilkan pasar yang bergejolak akan terlihat di 100 hari pertama dia bekerja sebagai menteri keuangan.

Menurut Amin, salah satu tantangan awal Purbaya adalah merespons reaksi pasar dan komunitas ekonomi. Dia mencontohkan, nilai tukar rupiah dan IHSG sempat tertekan yang menandakan kepercayaan investor harus segera dipulihkan.

“Stabilitas pasar akan sangat ditentukan oleh 100 hari pertama Purbaya. Tugas utamanya adalah membangun kredibilitas, menjaga disiplin fiskal, sekaligus menghadirkan kebijakan yang adil dan menenangkan publik,” ujar Amin di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Amin menilai Purbaya punya kapasitas menjalankan tugas barunya sebagai Menkeu. Namun, ia menekankan pentingnya adaptasi cepat serta konsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu.

“Saya percaya Pak Purbaya punya kapabilitas sebagai Menteri Keuangan. Saya berharap Beliau segera beradaptasi dan berkonsolidasi dengan birokrasi di Kemenkeu agar bisa bekerja lebih cepat," ujarnya.

"Dengan beban pekerjaan yang begitu berat, akan lebih baik berbagi beban tiga orang Wamenkeu sekaligus menciptakan kader mumpuni dalam mengelola keuangan negara,” ujarnya.

Amin juga menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri yang ikut terdampak tensi geopolitik global. 

Ia mengingatkan agar Menkeu tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan Presiden, tetapi juga tetap menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas kebijakan.

“Jangan sampai kita terjebak pada kondisi ‘gali tutup lubang’ dengan utang. Dan tentu saja butuh terobosan kebijakan struktural yang menenangkan pasar,” tutur Amin

Amin juga menekankan perlunya reformasi penerimaan pajak. Ia juga menantikan langkah tegas dalam reformasi penerimaan pajak, agar beban pajak di masyarakat lebih adil.

“Penting juga ada perluasan basis pajak, serta wajib memberikan perlindungan masyarakat kelas bawah,” ucapnya.

Amin mendorong Kemenkeu mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga perekonomian nasional.

Baca juga: Purbaya Singgung Gaya Komunikasi Ala Koboi di Rapat Perdana dengan DPR

Beberapa hal yang perlu menjadi prioritas, di antaranya, fokus pada stimulus likuiditas ke sektor padat kerja dan rantai pasok yang paling terdampak geopolitik.

“Gandeng sektor swasta lewat projek siap-pakai dan insentif terukur,” terangnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini