Transformasi digital tidak berdiri sendiri di industri keuangan. Sektor lain seperti transportasi digital dan e-commerce telah lebih dulu menunjukkan dampak nyata. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024, video commerce kini menyumbang 20 ?ri total GMV e-commerce, naik signifikan dari kurang dari 5 % pada 2022.
Transportasi dan layanan pengantaran gabungan tercatat tumbuh sekitar 13% YoY hingga mencapai GMV ~US$9 miliar pada 2024 di Indonesia. Perbankan juga telah menunjukkan kemampuan adaptasi lewat pengembangan aplikasi finansial digital (super app) dan integrasi layanan multi-dimensi.
Menatap Masa Depan: Transformasi sebagai Ukuran Kesehatan Korporasi
Transformasi bukanlah proses sementara, melainkan strategi jangka panjang yang dilakukan secara konsisten untuk menjaga ketahanan dan kepercayaan publik terhadap industri. Perusahaan keuangan dan asuransi harus bersedia mentransformasi secara menyeluruh, menggabungkan data, AI, inovasi produk, dan governance yang kuat, demi pertumbuhan yang sehat dan terpercaya.
Dengan penetrasi asuransi yang masih berkisar antara 2,7% sampai 2,8% per 2024–2025, ruang tumbuh masih sangat luas. Namun, pertumbuhan itu hanya dapat direalisasikan jika kepercayaan, tata kelola, dan integritas menjadi pondasi transformasi.
Di era dimana konsumen bisa melihat kesalahan perusahaan melalui media sosial, satu hal menjadi pasti: Yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling berteknologi tinggi, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya.
Sebab, di era digital ini, satu hal menjadi pasti: Yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya.
Baca tanpa iklan