TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Oktober 2025 tercatat 53,50, naik 0,48 poin dibandingkan September (53,02) dan lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (52,75 poin).
Artinya, sektor manufaktur nasional terus menunjukkan daya tahannya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Salah satu subsektor yang menunjukkan kinerja kuat adalah Industri Kertas dan Barang dari Kertas (KBLI 17), yang mengalami peningkatan permintaan pada produk kemasan makanan, minuman dan kertas tisu.
Baca juga: Kemenperin Siapkan Sistem Pengawasan Satu Atap Kawasan Industri untuk Perkuat Tata Kelola Nasional
Kenaikan ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan kemasan plastik sehingga mendorong peralihan ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer (KBLI 29) mencatatkan kinerja impresif dengan penjualan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang mencapai 55.225 unit sepanjang Januari-September 2025, melampaui total penjualan sepanjang tahun 2024.
Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap kendaraan ramah lingkungan serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik nasional.
Di sisi lain, Industri Furnitur (KBLI 31) turut mendapatkan dorongan positif dari Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang memperluas permintaan produk lokal melalui e-katalog pengadaan pemerintah. Selain itu, subsektor ini juga menikmati pemulihan pesanan dari pasar ekspor menjelang akhir tahun.
Jika dilihat berdasarkan orientasi pasar, baik industri berorientasi ekspor maupun domestik menunjukkan peningkatan kinerja.
IKI berorientasi ekspor naik 0,36 poin menjadi 54,35, sementara IKI berorientasi domestik juga meningkat 0,42 poin ke level 52,34. Keduanya tetap berada di zona ekspansi.
"Nampaknya kami melihat ada semacam rebound dari peningkatan belanja pemerintah untuk produk industri dalam negeri," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).
Optimisme Meningkat
Optimisme pelaku industri juga terus meningkat. Tingkat optimisme terhadap kondisi usaha enam bulan mendatang naik dari 69,6 persen pada September menjadi 70,5 persen pada Oktober 2025, sedangkan tingkat pesimisme menurun dari 6,1 persen menjadi 5,4 persen.
Secara umum, 77,9 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik atau stabil, meningkat dari 77,6 persen pada bulan sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 31,0 persen responden menilai kondisi usahanya membaik, 46,5 persen menyebut stabil, dan hanya 22,2 persen yang menyatakan mengalami penurunan.
"Kemenperin terus berupaya menjaga kepercayaan pelaku industri dengan memastikan kebijakan yang berpihak, seperti penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), pengendalian impor selektif, serta jaminan energi industri yang kompetitif," tutur Febri.
Baca tanpa iklan