News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Belajar dari Masyarakat Asmat, Kendaraan Listrik Lebih Mendesak bagi Daerah Krisis BBM

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JADI SOLUSI MOBILITAS - Kendaraan listrik menjadi solusi bermobilitas bagi sebagian warga di Kabupaten Asmat, Papua, ketika menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

 

RENCANA pemerintah memberikan subsidi ke mobil hybrid dan mobil baterai lebih baik diberikan ke daerah yang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Masyarakat di Kabupaten Asmat di Papua sudah memberikan contoh, ketika menghadapi kesulitan mendapatkan BBM, kendaraan listrik sebagai solusi bermobilitas.

Jauh sebelum kota-kota besar di Indonesia mulai sibuk membicarakan transisi energi dan insentif kendaraan listrik, sebuah kabupaten di ujung timur Indonesia telah lebih dulu membuktikannya secara senyap.

Di atas jalan-jalan panggung yang membelah rawa, Kabupaten Asmat telah bertransformasi menjadi pelopor sejati transportasi hijau yang lahir bukan dari tren, melainkan dari kebutuhan dan adaptasi geografis yang cerdas.

Kabupaten Asmat sering dijuluki sebagai "Kota Seribu Motor Listrik" karena mayoritas penduduknya telah beralih ke kendaraan listrik jauh sebelum tren ini masif di kota-kota besar lain di Indonesia.

Hal ini menjadikan Asmat sebagai model sukses implementasi transportasi hijau di wilayah khusus.

Penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KMLBB) di Kabupaten Asmat (Prov. Papua Selatan), khususnya di Kota Agats, merupakan fenomena unik yang memberikan berbagai manfaat strategis. Mengingat karakteristik geografisnya yang didominasi oleh lahan basah dan rawa, keputusan ini membawa dampak positif.

Kota Agats dibangun di atas papan kayu atau beton (jalan panggung) karena kondisi tanah yang berawa. Kendaraan listrik, terutama motor listrik, umumnya memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan kendaraan konvensional, sehingga mengurangi beban stres pada struktur jalan panggung.

Baca juga: Permenperin Insentif Kendaraan Listrik Segera Rilis, Pengamat Soroti 4 Poin Krusial

Ukuran kendaraan listrik yang kompak sangat cocok dengan lebar jalan di Agats yang terbatas. Kabupaten Asmat memiliki tantangan besar dalam distribusi BBM.

Menggunakan listrik mengurangi ketergantungan pada pasokan BBM yang seringkali mahal dan sulit didistribusikan hingga ke wilayah terpencil.

JADI SOLUSI MOBILITAS - Kendaraan listrik menjadi solusi bermobilitas bagi sebagian warga di Kabupaten Asmat, Papua, ketika menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Biaya pengisian daya listrik jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM di wilayah pedalaman, yang secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat setempat.

Sebagai wilayah yang masih memiliki ekosistem alam yang kuat, penggunaan kendaraan listrik mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.

Menjaga kualitas udara di kawasan permukiman yang padat. Kendaraan listrik sangat senyap, sehingga tidak mengganggu ketenangan lingkungan dan ekosistem sekitar.

Baca juga: Insentif Baru Kendaraan Listrik Diyakini Bisa Jaga Momentum Transisi ke EV

Mesin kendaraan listrik memiliki komponen bergerak yang jauh lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal. Hal ini sangat menguntungkan di wilayah yang memiliki keterbatasan bengkel spesialis atau ketersediaan suku cadang mesin yang kompleks.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini