PERTAMA, selama ini Indonesia memang belum pernah mendapatkan penghargaan Labbaitom Awards dari Kementerian Haji Arab Saudi, termasuk pada tahun 2026 ini.
Dari lima negara dengan kuota jemaah terbanyak di dunia (Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, dan Iran), tidak ada satu pun yang meraih penghargaan di kategori utama (Diamond, Emas, Perak, maupun Bronze).
Kendati dua negara berkuota besar mendapatkan apresiasi di kategori khusus.
Dominasi penghargaan utama tetap diraih oleh negara-negara dengan jumlah jemaah yang jauh lebih kecil dan secara manajerial lebih mudah dikelola.
Di masa pembenahan ini, ada yang lebih hakiki dari penghargaan, yaitu penghargaan untuk Ibu dan Bapak kita jemaah haji Indonesia yang sudah antre puluhan tahun, mereka berhak berangkat haji.
Meskipun soal kesehatan jemaah juga menjadi bagian dari penilaian Panitia Pemberi Penghargaan.
Tapi Menteri Irfan dan Wakil Menteri Dahnil pasang badan dengan mengambil tanggung jawab penuh dan lebih memprioritaskan keselamatan serta pemberangkatan jemaah.
Penghargaan merupakan apresiasi yang baik, namun…Jemaah yang antri dapat kesempatan haji lebih penting dari kementerian dapat penghargaan haji.
Terbukti terjadi penurunan signifikan dari sisi jumlah saudara-saudara kita jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada musim haji 2026 ini.
Tahun 2024: 461 jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Tahun 2025 = 447 jemaah haji Indonesia meninggal dunia.
Tahun 2026: 182 Jemaah haji Indonesia meninggal dunia Per 16 Dzulhijjah atau 2 Juni 2026).
Walau demikian, Kemenhaj terus berbenah.
Kritik dan saran dari Tim Pengawas DPR RI, wartawan, jemaah, keluarga jemaah, netizen dan masyarakat, terbukti benar-benar bermanfaat untuk Kemenhaj RI.
Pada hari ini dan kemarin, Kemenhaj RI langsung melakukan berbagai pertemuan evaluasi untuk perbaikan, dan dicatat demi perbaikan tahun 2027 nanti.
Ke depan, gaya hidup sehat harus menjadi kebiasaan seluruh calon jemaah haji.
Baca tanpa iklan