Namun, pengembangan inisiatif tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait kebutuhan investasi awal dan akses pendanaan yang kompetitif. Oleh karena itu, dukungan kebijakan dan skema pembiayaan yang tepat dinilai penting untuk mempercepat implementasi di tingkat industri.
Sesi panel menghadirkan narasumber Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nailin Ni’mah; Analis Kebijakan Madya, Direktorat Strategi Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Kementerian Keuangan, Slamet Widodo; serta Chief Sales Officer PT SUN Energy, Oky Gunawan.
Diskusi mengupas tuntas mengenai peran kebijakan, pembiayaan, dan teknologi dalam mempercepat transisi hijau industri pulp dan kertas, mulai dari penguatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan instrumen pasar modal hijau oleh OJK, penyediaan insentif fiskal serta mekanisme insentif–disinsentif berbasis emisi oleh Kementerian Keuangan, hingga implementasi energi terbarukan di tingkat industri melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skema pembiayaan fleksibel yang memungkinkan pengurangan emisi tanpa beban investasi awal.
Melalui kegiatan seminar ini, APKI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi industri pulp dan kertas nasional. Sinergi kebijakan, pembiayaan hijau, dan penerapan teknologi yang lebih produktif dan efisien diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri untuk tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian masa depan yang hijau dan inklusif.
Baca tanpa iklan