Ringkasan Berita:
- BKI mendorong harmonisasi aturan keselamatan kapal cepat melalui forum sosialisasi di Batam.
- Kapal cepat dinilai memiliki risiko operasional lebih tinggi sehingga membutuhkan standar khusus.
- Forum mempertemukan regulator dan pelaku usaha untuk menyamakan pemahaman soal sertifikasi dan keselamatan.
TRIBUNNEWS.COM – Aktivitas pelabuhan di Batam terus bergerak tanpa henti. Kapal cepat penumpang silih berganti melayani rute menuju Singapura dan Malaysia, membawa ribuan penumpang setiap harinya.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, aspek keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Kapal Cepat Penumpang yang digelar di Batam baru-baru ini.
Forum tersebut mempertemukan regulator, badan klasifikasi, hingga pelaku usaha pelayaran guna memperkuat koordinasi dalam penerapan standar keselamatan kapal cepat.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama jajaran regulator, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) (Persero), dan para pemangku kepentingan sektor pelayaran.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI (Persero), Arief Budi Permana, mengatakan BKI memiliki peran penting dalam memastikan kapal cepat memenuhi persyaratan keselamatan sebelum beroperasi.
“Sebagai badan klasifikasi nasional, BKI berperan memastikan kapal-kapal tersebut laik berlayar. Proses klasifikasi dan sertifikasi menjadi gerbang awal untuk menjamin setiap kapal telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” ujar Arief dikutip Senin (11/5/2026).
Baca juga: Selat Lombok Kembali Kedatangan Kapal Tanker Raksasa Iran, Pelayaran Berlanjut ke Riau
Dalam pelaksanaannya, tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait regulasi, tetapi juga penyelarasan antara aturan nasional, standar teknis klasifikasi, dan praktik operasional di lapangan.
Karena itu, forum ini menjadi ruang diskusi penting untuk membangun kesepahaman antar pemangku kepentingan agar penerapan keselamatan tetap berjalan optimal tanpa menghambat aktivitas pelayaran.
Selain membahas regulasi, forum tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan multitafsir dalam proses sertifikasi kapal sehingga setiap pihak memiliki acuan yang jelas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Baca juga: Banyak Rute Pendek, Industri Pelayaran RI Belum Jadi Pemain Dunia
Batam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat pelayaran kapal cepat terbesar di Indonesia. Tingginya intensitas perjalanan dan padatnya rute internasional menjadikan kota ini sebagai lokasi strategis untuk membahas isu keselamatan pelayaran secara langsung.
Melalui penguatan sinergi dan harmonisasi aturan, keselamatan kapal cepat diharapkan terus meningkat sehingga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut tetap terjaga.
Baca tanpa iklan