TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga saham PT Indospring Tbk (INDS) telah melonjak ratusan persen seiring adanya aksi korporasi yang dilakukan perseroan.
Pada perdagangan Jumat (9/1/2025), saham INDS ditutup menguat ke level Rp286 per saham.
Kemudian pada Senin (12/1/2025) kembali ditutup melonjak ke posisi Rp356 per saham.
Selanjutnya pada Selasa (13/1/2025), menguat ke level RpRp444.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Ini 7 Saham Teraktif Diperdagangkan Pagi Ini
Lalu pada Rabu (14/1/2025), kembali berakhir menguat di level Rp555.
Sehingga dalam empat hari, saham INDS telah naik 101 persen.
Secara bulanan, saham INDS telah menguat 147,77 persen dan secara year to date melonjak 145,58 persen.
Sedangkan hari ini, saham INDS dibekukan sementara atau suspend oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Diketahui, INDS merupakan emiten produsen suku cadang otomotif pada Desember 2025 melaporkan telah terjadi transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional.
PT Indobaja Primamurni menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada INDS.
Nilai transaksi jual beli itu mencapai Rp 3,01 miliar.
Transaksi ini merupakan langkah optimalisasi aset untuk menunjang kelancaran operasional dan efisiensi produksi INDS ke depan.
Selain itu, INDS juga telah menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor yang berlokasi di Prambangan, Kebomas, Gresik dengan PT Indoprima Investama senilai Rp 60 juta dalam waktu tahun tahun hingga 31 Desember 2026.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, pergerakan harga saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh aksi penjualan aset.
Baca tanpa iklan