"Ya itu risiko, jadi nggak yang tiap hari untung terus, enggak," tukasnya.
Secara tidak langsung, peran media sosial sangat membantu memasarkan produk.
Batik Gemilang juga memanfaatkan Instagram untuk mem-branding produknya agar lebih dikenal masyarakat luas.
"Iya betul membantu banget, IG juga jalan, branding-nya memang lewat IG sih," tuturnya.
Ternyata, untuk mengiklankan suatu produk juga memiliki ilmu tersendiri.
Gilang mengakui sempat mengikuti beberapa seminar sampai akhirnya mengerti sistem yang berjalan di setiap iklan.
"Kalau dari aku sendiri belajar iklannya waktu itu sempat ke beberapa seminar, terus kelas online, itu kan banyak sekarang, bahkan dari yang harga murah sampai yang mahal itu ada."
"Paling enggak kalau udah tahu basic iklan, insyaallah ketika jalan masuk ke kelas itu, jalannya juga enak," bebernya.
"Kalau sekarang itu rata-rata siapa yang kuat modal untuk iklan ya pasti dia bisa jalan (usahanya)," sambung Gilang.
Komplain Pembeli Jadi Kendala Utama
Pemasaran produk dengan sistem online pastinya juga menemui banyak kendala, terutama komplain dari pembeli.
Gilang mengaku sempat menemui pembeli yang disebutnya "banyak mau" hingga berujung memberikan rating rendah terhadap produk Batik Gemilang.
"Orangnya ada yang gampang-gampang, ada yang ribet, nah itu susahnya ketika dapat yang cerewet, mungkin salah sedikit aja langsung marah-marah, akhirnya ngasih rating yang suka-suka," ungkap Gilang.
Di awal, Gilang sebagai pemilik pun sempat meras syok dengan berbagai tanggapan para pembeli.
Namun, kini ia memilih untuk memaklumi selama produknya tak bermasalah.
"Dulu pas masih buka toko awal, itu agak ah aduh kok gini. Tapi untuk sekarang ya memaklumi aja," ujarnya.
Baca tanpa iklan